Jumat, 20 Oktober 2017

Tim dokter RSUD Sekayu berhasil angkat tumor 20 kg

id tim dokter, rsud, berhasil, angkat tumor, tumor, muba
Tim dokter RSUD Sekayu  berhasil angkat tumor 20 kg
Sarmini (24) pasien RSUD Sekayu penderita tumor seberat 20 kg, menjalani pemulihan setelah berhasil menjalani operasi tumornya itu. (Foto Antarasumsel.com/Edy Parmansyah/14)
...Kita belum tahu jenis tumornya, tapi secara statistik 95 persen merupakan tumor jinak...
Sekayu, Muba (ANTARA Sumsel) - Penderitaan yang dirasakan oleh Sarmini (24) selama 5 tahun saat mengidap tumor ovarium berakhir sudah, setelah tim medis yang diketuai dr Taufik SpoG dari RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, berhasil mengangkat tumor dengan berat 20 kg dari dalam perutnya.

Tumor yang tumbuh di indung telur sebelah kanan, membuat warga Dusun II Desa Ngulak II Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Muba ini mengalami gizi buruk. Dikarenakan setiap asupan gizi maupun vitamin dari makanan yang dikonsumsi tidak dapat diserap oleh tubuh, bahkan membuat tumor tersebut terus membesar.

“Dia (Sarmini) hanya mengeluhkan mules pada bagian perut usai melahirkan anak pertama pada 2009 lalu. Setelah melahirkan perutnya tetap besar dan tidak mnegecil seperti orang habis melahir pada umumnya ,” ujar Harianto, adik Sarmini saat dibicangi di RSUD Sekayu, Rabu (5/2).

Setelah itu, cerita Harianto, perut saudara perempuannya dari waktu ke waktu terus mengalami pembesaran, namun tidak keras seperti penyakit tumor pada umunya.

“Perutnya terus membesar, tapi lembut,” ucap dia.

Selama 5 tahun tersebut, lanjut dia, tidak ada keluhan apapun lagi yang disampaikan oleh Sarmini kepada keluarga. Bahkan Sarmini mampu beraktifitas seperti biasa tanpa adanya rasa sakit pada bagian perut.

“Kita kira hamil, saat dibawa ke bidan tidak ada tanda-tanda hamil,” ujarnya.

Barulah pada 28 Januari lalu, pihak keluarga membawa Sarmini ke RSUD Sekayu untuk berobat. Saat dilakukan pemeriksaan baru diketahui bahwa penyakit yang dialaminya adalah tumor ovarium dan harus dilakukan tindakan medis, karena kondisi perutnya terus membesar.

“Sebelumnya kita tidak bisa membawa dia kerumah sakit karena masih di dalam KK suaminya, setelah cerai dan kondisinya terus memburuk kita bawa kerumah sakit,” terang dia.

Sementara itu, ketua tim medis dr Taufik SpoG menuturkan, anak pasangan Nuh dan Lamina tersebut dating bersama keluarga pada 28 Januari bersama keluarga ke RSUD Sekayu dan berobat ke bagian bedah dengan keluhan perut membesar.

Tapi saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis bedah, Sarmini dalam keadaan normal. “Selanjutnya, Sarmini dirujuk ke bagian kebidanan dan dilakukan diagnosis. Hasilnya cukup mengejutkan karena Sarmini menderita tumor ovarium raksasa,” cerita dia.

Mendapati keadaan tersebut, tim medis langsung melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari darah, paru, ginjal, hingga hati selama satu minggu dan melakukan perbaikan gizi Sarmini yang sebelumnya dating dalam keadaan yang kurus akibat kurang gizi.

“Setelah kita evaluasi kembali, Sarmini dinyatakan layak operasi. Lalu pada Selasa (4/2) kita lakukan operasi pada pukul 11.30 wib-13.30 wib atau 2 jam untuk mengeluarkan tumor yang ada diperutnya. Saat dikeluarkan, tumor tersebut beratnya 20 kg,

Dengan rincian, 10 kg merupakan berat cairan dan 10 kg berat tumor padat,” beber dia.
Adapun kendala yang dihadapi selama melakukan operasi, kenang Taufik yakni terjadinya pendarahan, sesak napas sang pasien, dan pembiusan. ‘Memang ada kendala, tapi sepanjang operasi semuany berjalan baik dan lancer,” ucap dia.

Guna mengetahui apakah tumor ovarium tersebut ganas atau jinak, pihaknya telah mengirimkan jaringan tumor ke RSMH Palembang untuk dilakukan penelitian. “Kita belum tahu jenis tumornya, tapi secara statistik 95 persen merupakan tumor jinak. Kalau tumor jinak sang pasien tetap dapat diobati di RUSD Sekayu, tapi kalau tumornya ganas pasien harus melakukan kemoterapy,” ungkap dia.

Pascaoperasi, kata dia, saat ini kondisi Sarmini dalam keadaan normal meskipun paru-parunya hanya tinggal sebagin karena dimakan tumor dan menyebabkan sering terjadinya sesak napas. “Pada umunya kondisi Sarmini pasca operasi sudah dalam keadaan baik, dan kita berharap Sarmini dapat sehat kembali,” ujarnya.

Editor: Yudi Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Baca Juga