Senin, 25 September 2017

Bakteri mudah berkembang biak pada sikat gigi

id bakteri, bakteri mudah berkembang, berkembang biak pada sikat gigi, sikat gigi,
Bakteri mudah berkembang biak pada sikat gigi
Ilustrasi. (ANTARA FOTO)
....lebih dari 200 juta bakteri pada bulu sikat gigi termasuk bakteri E.coli dan staphylococci....
Palembang, (ANTARA Sumsel) - Dosen Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Palembang, H Nandang Koswaram menyatakan, bakteri sangat mudah dan cepat berkembang biak terutama pada sikat gigi, karena kondisinya lembab terutama yang tidak terawat dan terlalu lama digunakan.

Nandang Koswara di Palembang, Jumat menyampaikan hal itu pada acara kampanye edukasi 'ayo ganti pakai formula' untuk gigi dan mulut yang lebih sehat.

Menurut dia, data Nielsen tahun 2014 menyatakan bahwa rata-rata orang Indonesia mengganti sikat gigi yang dipakainya satu kali dalam 10 bulan.

Peneliti dari the University of Manchester menemukan lebih dari 200 juta bakteri pada bulu sikat gigi termasuk bakteri E.coli dan staphylococci.

Ia mengatakan, bakteri juga mudah berpindah dari sikat gigi ke tubuh manusia melalui rongga mulut dan kemudian menyebabkan timbulnya penyakit.

Berdasarkan hal tersebut, ADA (American Dental Association) menganjurkan agar sikat gigi digunakan kurang dari tiga bulan, katanya.

Ia mengatakan, selain waspada terhadap periode penggunaan, masyarakat juga dianjurkan untuk memakai sikat gigi yang nyaman dan sesuai dengan kontur gigi dan mulut.

Jadi, pilih sikat gigi yang tidak melukai gusi dan mulut, ujarnya seraya menyampaikan kalau sikat gigi yang kurang tepat justru dikhawatirkan dapat merusak gigi.

Ia menyatakan, selain sikat gigi pemilihan pasta gigi juga tidak kalah penting. "Pada dasarnya sisa makanan di dalam mulut akan berubah menjadi asam dan gigi kita sangat rentan akan serangan asam," tuturnya.

Jika gigi terpapar asam terus menerus, maka kalsium gigi akan mengeropos dan gigi cepat rusak, karena itu penting agar masyarakat menggunakan pasta gigi yang dapat melindungi dari serangan asam tersebut, jelasnya.

Sementara Head of Corporate and Marketing Communication OT Group, Yuna Eka Kristina mengatakan, kampanye edukasi  'ayo ganti pakai formula' digagas oleg Formula Oral Care agar masyarakat Indonesia memiliki gigi dan mulut yang lebih sehat.

Kampanye tersebut meliputi edukasi agar masyarakat mengganti sikat gigi secara rutin tiga bulan sekali dan menggunakan pasta gigi yang melindungi gigi dari asam penyebab keropos, paparnya.

Ia menjelaskan, bila sikat gigi digunakan lebih dari tiga bulan fungsinya dalam membersihkan gigi tidak akan maksimal dan bahkan bulunya yang megar dapat melukai gusi.

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pasta gigi yang dapat melindungi gigi dari asam penyebab gigi keropos, formula memiliki pasta gigi formula strong protector yang mengandung sistem protective layer (SPL).

SPL berfungsi untuk melapisi dan melindungi email gigi agar lebih tangguh dari serangan asam yang disebabkan bakteri, katanya seraya menyampaikan edukasi  'ayo ganti pakai formula' ini akan dilaksanakan di tiga kota di Indonesia yakni Palembang, Makasar dan Jakarta.

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga