Selasa, 30 Mei 2017

Panglima TNI enggan komentari penunjukan KSAD Gatot

id panglima tni, penunjukkan panglima tni, prerogratif presiden, hak presiden, panglima
Panglima TNI enggan komentari penunjukan KSAD Gatot
Panglima TNI Jenderal Moeldoko (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/I016)
...Penunjukan KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi Panglima TNI yang baru adalah sepenuhnya hak prerogatif Presiden Jokowi...
Bandung (ANTARA Sumsel) - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko enggan mengomentari keputusan Presiden Joko Widodo yang menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI baru.
       
"Saya tidak mau mengomentari itu," kata Moeldoko usai memberikan pengarahan kepada Perwira Siswa Sesko TNI, Sespimti Polri, Sesko Angkatan, dan Sespimmen Polri dalam rangka Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) di Kompleks Secapa TNI AD Kota Bandung, Jawa barat, Rabu.
      
Ia menuturkan, penunjukan KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi Panglima TNI yang baru adalah sepenuhnya hak prerogatif  Presiden Jokowi.
       
"Kata-kata dapat pergantian itu adalah prerogatif Presiden, yang bisa menerjemahkan hanya Presiden, tidak yang lain termasuk Panglima TNI," kata dia.
      
Ketika ditanyakan bagaimana sosok Gatot di mata dirinya, ia menuturkan memiliki pendapat tersendiri.
       
"Enggak usah tanya juga sudah tahu kan," kata dia.
       
Presiden Jokowi sudah memberikan surat pengajuan calon Panglima TNI baru kepada DPR RI.
       
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dicalonkan oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat Panglima TNI baru menggantikan Jenderal TNI Moeldoko yang akan pensiun pada bulan Agustus mendatang.
       
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo lahir di Tegal, Jawa Tengah, 13 Maret 1960, dia merupakan lulusan Akademi Militer 1982. Di TNI AD, karir Gatot terhitung cemerlang dengan menduduki sejumlah jabatan strategis di TNI AD, di mana jabatan sebelum menjadi KSAD adalah  Pangkostrad.
       
Gatot Nurmantyo adalah seorang perwira tinggi TNI AD yang berpengalaman di kesatuan infanteri baret hijau Kostrad. Beberapa jabatan strategis pernah disandangnya antara lain: Danrindam Jaya; Danrem 061/Suryakencana (2006-2007); Kasdivif 2/Kostrad (2007-2008); Dirlat Kodiklatad (2008-2009); Gubernur Akmil (2009-2010); Pangdam V/Brawijaya (2010-2011); Komandan Kodiklat TNI AD (2011-2013); Pangkostrad (2013-2014); dan KSAD (2014-sekarang).
       
Dengan berbagai pengalamannya yang lengkap dari satuan tempur, satuan teritorial serta satuan pendidikan, diharapkan Gatot dapat semakin membawa TNI yang saat ini sedang dalam proses modernisasi alutsista besar-besaran menjadi TNI yang modern, tangguh dan disegani.

Editor: Yudi Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga