Jumat, 24 Februari 2017

BKSDA upayakan tingkatkan populasi Harimau Sumatera

id harimau, harimau sumatera
BKSDA upayakan tingkatkan populasi Harimau Sumatera
Harimau Sumatera (FOTO ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan telah mengupayakan target nasional sepuluh persen peningkatan populasi harimau Sumatera khususnya dalam lingkup provinsi.

"Populasi harimau Sumatera di Sumatera Selatan khususnya lebih banyak berkurang dikarenakan maraknya perburuan dan perluasan lahan yang menggeser habitat harimau," kata kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Nunu Anugrah di Palembang, Senin.

Harimau Sumatera (bahasa Latin: Panthera tigris Sumatrae) adalah subspesies harimau yang habitat aslinya di Pulau Sumatera, merupakan satu dari enam subspesies harimau masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN.

Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di taman-taman nasional di Sumatera. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari.

Penghancuran habitat merupakan ancaman terbesar terhadap populasi saat ini. Pembalakan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi, tercatat 66 ekor harimau Sumatera terbunuh antara tahun 1998 dan 2000.

Menurut Nunu Anugrah, di Sumatera sendiri ada beberapa titik yang masih dijumpai habitat harimau Sumatera, antara lain masih di wilayah Provinsi Lampung hingga Aceh.

"BKSDA juga sudah menentukan percontohan permanen untuk fokus pada peningkatan populasi harimau Sumatera," katanya.

Menurut dia, hutan harapan Jambi, Kerinci Sebalat, gunung Leuser Aceh, Bengkulu, Taman Nasional Sembilang dan Suaka Margasatwa Dangku Musi Banyuasin Sumsel di antara percontohan permanen yang ditaregetkan menjadi pusat peningkatan populasi jenis harimau terakhir setelah punahnya harimau Jawa dan Bali.

Dikatakannya, hingga saat ini belum tercatat dengan pasti persentase kepunahan harimau Sumatera maupun jumlah keberadaannya.

"Dari kamera pengawas di beberapa titik tersebut seperti di Suaka Margasatwa Dangku terlihat enam hingga delapan ekor harimau Sumatera," ungkapnya.

Sementara, untuk berreproduksi sendiri diyakinkannya harimau Sumatera termasuk hewan yang sangat mudah untuk kawin dan memperbanyak populasi.

Namun kondisi habitat yang semakin terancam oleh perburuan dan perluasan lahan membuat spesies jenis kucing-kucingan ini sulit untuk menemukan pasangan dan bereproduksi.

"Namun di beberapa lokasi yang dilindungi seperti Taman Nasional Sembilang populasi harimau ini sangat dijaga," ujar dia.

Sementara, pada acara yang bertajuk peringatan konservasi harimau se-dunia di kawasan KambangIwak Palembang, Minggu (9/8), Nunu Anugrah mengatakan peran serta masyarakat dalam mendukung peningkatan populasi harimau Sumatera sangat diharapkan.

"Kelestarian ekosistem dan hutan itu penting karena akan kembali manfaatnya ke manusia sendiri," kata dia.

Acara tersebut menampilkan aksi teatrikal harimau Sumatera oleh teater Arafah UIN Raden Fattah yang mengangkat tema keep forrest for tiger.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga