Minggu, 26 Maret 2017

Sumsel luncur SIM Samsat akhir 2015

id dispenda sumsel, kadispenda, muslim, sim samsat, samsat, stnk, pendapatan asli daerah
Sumsel luncur SIM Samsat akhir 2015
Ilustrasi - Petugas bagian cek fisik kendaraan melakukan pengecekan nomer mesin di Kantor Samsat Ditlantas Polda Sumsel Palembang. (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly/15/den)
.... Sistem ini merupakan penyempurnaan dari apa yang sudah ada seperti pembayaran via ATM dan Samsat keliling serta bertujuan meningkatkan layanan bagi wajib pajak kendaraan bermotor....
Palembang, (ANTARA Sumsel) - Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan meluncurkan layanan sistem informasi manajemen (SIM) Samsat pada akhir 2015.

"Tendernya sedang dipersiapkan dengan perkiraan investasi sekitar Rp4 miliar dan sepenuhnya berbasis teknologi informasi," kata Kadispenda Sumsel H Muslim kepada rombongan pers PT Jasa Raharja di Palembang, Kamis.

Dijelaskannya, sistem ini merupakan penyempurnaan dari apa yang sudah ada seperti pembayaran via ATM dan Samsat keliling serta bertujuan meningkatkan layanan bagi wajib pajak kendaraan bermotor.

"Dengan layanan ini wajib pajak tahunan kendaraan bermotor selesai di ATM itu, termasuk pembayaran pajaknya hingga notifikasinya di STNK milik wajib pajak hanya dengan menggunakan e-KTP yang dimiliki," katanya.

Muslim optimistis, selain pelayanan meningkat kepada wajib pajak, juga mampu mengurangi nilai tunggakan pajak kendaraan bermotor di provinsi ini sejak 2012 hingga 2014 sebesar Rp511 miliar yang terdiri sekitar 900 ribu kendaraan.

"Kendaraan yang fisiknya ada, saya optimistis tak akan menunggak pajaknya lagi," katanya.

Kepala Cabang Jasa Raharja Sumsel Suhadi mengakui sistem tersebut akan menjadi satu-satunya di Indonesia yang minim hambatan.

"Kalau Samsat di daerah lain, umumnya hanya bayar via ATM, tetapi notifikasi di STNK harus Samsat lagi. Selain itu, SIM Samsat Sumsel ini 'online' se-Sumsel," katanya.

Kadispenda Muslim melanjutkan, kontribusi pajak kendaraan bermotor di Sumsel sekitar 40 persen terhadap Pendapatan Asli Daerah sekitar Rp7,1 triliun.

"Target kami hingga akhir tahun Rp2,7 triliun dan realisasi hingga Agustus tahun ini Rp1,5 triliun," katanya.

Dispenda Sumsel sampai saat ini memiliki 21 UPTD, 21 Samsat, satu Samsat keliling, satu Samsat  "drive thru" dan satu Samsat "corner" yang tersebar di 17 kabupaten/kota.

Total kendaraan bermotor di Sumsel hingga saat ini sekitar tiga juta unit dengan rata-rata penambahan kendaraan baru sekitar 200-300 ribu unit per tahun.

Sementara itu, kontribusi PT Jasa Raharja kepada kas daerah, Kepala Cabang Jasa Raharja Sumsel, Suhadi mengakui berupa bantuan ke kas daerah untuk operasional Samsat.

"Tahun ini, total bantuan operasional melalui hibah sesuai regulasi yang ada sekitar Rp200 juta per bulan atau Rp2 miliar per tahun," katanya.

Tidak hanya itu, tambah Suhadi, bantuan yang mengucur kepada korban kecelakaan lalu lintas di daerah ini berupa santunan dan aneka upaya pencegahan kecelakaan.

Hingga Juni 2015, PT Jasa Raharja Cabang Sumsel telah merealisasikan santunan untuk para korban kecelakaan di daerah itu sebesar Rp15,6 miliar, sedangkan tahun lalu sebesar Rp36,6 miliar.

PT Jasa Raharja bersama pihak terkait seperti kepolisian dan dinas perhubungan setempat serta lainnya, terus berupaya agar kecelakaan lalu lintas bisa ditekan seminimal mungkin.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga