Selasa, 30 Mei 2017

Rini: BUMN Indonesia tak takut hapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

id menteri bumn, bumn, hadapi mea, masyarakat ekonomi asean, asean
Rini: BUMN Indonesia tak takut hapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
Menteri Negara BUMN Rini Soemarno (tengah) bersama Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (kiri) (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly/15/den)
...Kita tidak perlu takut menghadapi MEA. Sinergi BUMN membuat perusahaan semakin kuat di dalam negeri, sehingga perusahaan asing yang akan masuk dari ASEAN tidak akan maksimal...
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Menteri BUMN Rini Soemarno memastikan perusahaan milik negara siap menghadapi implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai 2016 asalkan mampu dan berhasil menjalin sinergi antar-BUMN
  
"Saya mengatakan, kita tidak perlu takut menghadapi MEA. Sinergi BUMN membuat perusahaan semakin kuat di dalam negeri, sehingga perusahaan asing yang akan masuk dari ASEAN tidak akan maksimal karena BUMN kita semakin kuat," kata Rini, saat menutup acara Forum BUMN : "Sinergi BUMN Untuk Transformasi Indonesia", di Jakarta, Kamis.
        
Menurut Rini, memperkuat sinergi BUMN bisa mempertahankan posisi Indonesia di MEA.
        
"Indonesia menguasai 60 persen ekonomi ASEAN. Jadi dengan sinergi di semua sektor BUMN maka optimalisasi perusahaan bisa tercipta hingga 10-20 kali lipat dari sebelumnya," tegas Rini.
        
Dihadapan sekitar seratus orang direksi dan komisaris BUMN, ia mengatakan pentingnya kembali sesama BUMN melihat seluruh lini bisnis masing-masing untuk kemudian disesuaikan dengan perusahaan lainnya.
        
Pasalnya dari 119 BUMN tersebut, banyak diantaranya yang memiliki jenis usaha yang sama, hampir samat satu sama lain sehingga jika disatukan akan menjadi kekuatan besar. Sedangkan induk usaha bisa lebih fokus dalam menjalankan bisnis inti perseroan.
        
Ia mencontohkan, Perbankan BUMN jika sendiri-sendiri sangat tidak mampu menghadapi gempuran perbankan ASEAN yang memiliki modal jauh lebih besar dibanding Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank BTN.
        
"Modal perbankan kita dibanding bank-bank ASEAN sangat kecil. Jadi untuk masuk MEA agak berat," ujarnya.
        
Untuk itu Rini sudah menginstruksikan Bank BUMN bersinergi untuk mengurangi biaya-biaya. Seluruh Bank BUMN juga diminta untuk menggunakan satelit milik BRI agar lebih efisien dalam hal penggunaan teknologi, serta menggunakan "system IT switching" bersama sehingga ATM bisa digunakan bersama.
        
Sedangkan di sektor migas, Rini mencontohkan agar Pertamina dan PGN dapat bersinergi dimana Pertagas anak usaha Pertamina diakuisisi PGN.
        
"Pengambilalihan Pertagas oleh PGN agar tidak saling "berantem". Pertagas bangun pipa gas pada jalur dan lokasi yang sama dengan PGN. Ini harus disatukan saja, supaya lebih efisien," ujarnya.
        
Ia mencontohkan, saat ini total panjang pipa distribusi gas PGN mencapai sekitar 6.000 kilometer jika disatukan dengan pipa distribusi Pertagas yang saat ini 3.000 kilometer maka akan mencapai sekitar 9.000 kilometer.
        
"Jika disinergikan maka mungkin seluruh rumah-rumah di Indonesia bisa jadi sudah tersambung atau teraliri gas kota," ujar Rin.
        
Sedangkan di sektor logistik dan maritim, ia menggambarkan harus diintegrasikan kekuatan antara perusahaan-perusahaan pelayaran dan pengelola pelabuhan sehingga biaya logistik bisa lebih murah.

Editor: Yudi Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga