Senin, 24 April 2017

Beternak burung Lovebird menjanjikan keuntungan lumayan

id burung, ternak burung lovebird
Beternak burung Lovebird menjanjikan keuntungan lumayan
Beternak burung lovebird menjanjikan keuntungan menarik (Foto: antarasumsel.com/ Evan Ervani/16)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Menekuni usaha beternak burung lovebird, ternyata menjanjikan keuntungan yang lumayan, bahkan mampu menghasilkan mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan.

"Memang awalnya beternak burung lovebird dari hobi, namun lama kelamaan menjadi usaha yang ditekuni dengan sungguh-sungguh, sehingga hanya dalam waktu kurang dari setahun sudah bisa menghasilkan dari penjualan jenis burung tersebut," kata Ary Susanto, peternak di kawasan Talang Ratu Palembang ini, Rabu.

Ia mengaku, membudidayakan burung lovebird ini sudah ditekuni sejak sepuluh tahun silam, dan terus berkembang hingga menghasilkan uang puluhan juta rupiah per bulan.

Menurut penggemar burung kicau jenis lovebird ini, sampai sekarang sudah dibudidayakan puluhan pasang jenis burung itu dari beragam jenis dengan memanfaatkan pekarangan belakang rumahnya.

Lovebird merupakan salah satu anggota dari genus Agapornis yang didalamnya terdapat 9 spesies lovebird. Burung beo kecil ini (panjang sekitar 13-17cm dan berat sekitar 40-60 gram) terkenal memiliki kepribadian menyenangkan dan sosial.

Sementara, spesies lovebird merupakan endemik benua Afrika, sementara lovebird kepala-abu merupakan endemik Madagaskar dengan keunikan terletak pada paruh bengkoknya mampu mengeluarkan kicauan suara sangat merdu dan panjang.

Bahkan, kicauannya semakin panjang sehingga menentukan tingginya harga jual burung tersebut, katanya.

Dijelaskannya, burung pemakan biji-bijian ini memiliki sifat yang berbeda dari kebanyakan jenis burung.

Selanjutnya burung ini jika waktu perjodohannya kurang cocok maka tidak akan bertelur, sehingga menjadi tingkat kesulitan dalam beternak lovebird, karena dibutuhkan waktu lama hingga 20 hari.

Ary mencontohkan, penjodohan itu ketemu yang betinanya ganas dan jantannya kurang ganas, sehingga harus diganti dan dicarikan dengan pasangan serasi.

Sementara, burung lovebird hasil penangkaran tersebut tidak hanya dipasarkan di Kota Palembang, tetapi juga ke sejumlah daerah seperti Lampung dan Jambi yang sudah menjadi langganan.

Mengenai harga ditawarkan, menurut dia, bervariasi tergantung dari bibit yang dihasilkan oleh induk lovebird.

Menurut dia, setiap bulan bisa menjual anakan lovebird biasa hingga puluhan pasang dengan harga kisaran Rp300 ribu, sedangkan anakan juara mencapai Rp2,5 juta per ekor.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga