Selasa, 17 Oktober 2017

Presiden Jokowi akui pengerjaan tol Palembang-Indralaya berat

id presiden jokowi, joko widodo, pembanguan, infrastruktur, tol palindra, tol palembang, tol indralaya
Presiden Jokowi akui pengerjaan tol Palembang-Indralaya berat
Presiden RI Joko Widodo (dua kanan) didampingi Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (kiri) meninjau pembangunan jalan tol trans Sumatera ruas Palembang Ð Indralaya (Palindra) di Desa Ibul Kecamatan Pemulutan Kab Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan. (Foto Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/16/den)
Palembang, (ANTARA Sumsel) - Presiden Joko Widodo mengakui pengerjaan tol ruas Palembang-Indralaya, Sumatera Selatan cukup berat karena mayoritas berada di rawa sehingga perlu kerja keras.

Dari 22 kilometer jalan tol Palembang-Indralaya, 17 KM diantaranya rawa, kata Presiden usai meninjau pengerjaan jalan Palembang-Indralaya di Desa Begayut, Kecamatan Pemulutan Ogan Ilir, Sumsel, Kamis.

Namun, lanjut Kepala Negara, walaupun medannya cukup berat tetapi pengerjaannya cukup bagus.

Progres pembangunan berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan, ujar dia.

Dia mengatakan, sekarang ini pengerjaan lebih dari 11 persen dan itu sangat bagus karena medannya mayoritas rawa.

Menyinggung masalah pengerjaan saat musim hujan sekarang ini, dia mengatakan, hujan tidak menjadi hambatan karena lahan dikerjakan juga rawa.

Sementara mengenai pembebasan lahan sendiri, dia mengatakan, sudah mencapai 71 persen.

Itu sudah kecil mengenai pembebasan lahan dan boleh dikatakan tidak ada kendala lagi, kata dia.

Memang, lanjut dia, jalan tol ini akan rampung pada 2017 karena ini penghubung tol Lampung.

Selain itu pentingnya jalan tol tersebut karena Palembang sekarang ini mulai macet sehingga perlu jalan alternatif, kata Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga minta jalan tol yang sudah dikeraskan harus diaspal, kata dia.

Kesemuanya itu dilakukan supaya tol Palembang-Indralaya tersebut selesai tepat waktu, tambah dia.

Presiden dalam peninjauan tersebut antara lain didampingi Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga