Minggu, 24 September 2017

Polresta intensifkan razia angkutan umum

id polresta, angkot, angkutan umum, razia angkot, kriminalitas
Polresta intensifkan razia angkutan umum
Personel Jajaran Polresta Palembang melakukan razia penumpang bus angkutan umum (Foto Antarasumsel.com/12)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Jajaran Polres Kota (Polresta) Palembang, Sumatera Selatan, sejak sebulan terakhir intensif menggelar razia di angkutan umum seperti bus kota dan minibus angkutan perkotaan untuk mencipatakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih kondusif.

"Untuk menciptkan kondisi kamtibmas yang lebih kondusif dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akhir-akhir ini resah karena maraknya aksi tindak kejahatan, perlu diintensifkan operasi kepolisan di sarana transportasi umum dan tempat-tempat lainya yang dinilai rawan kejahatan," kata Kapolresta Palembang Kombes Pol Tjahyono Prawoto, di Palembang, Minggu.

Dia menjelaskan, kegiatan razia angkutan umum dilakukan di sejumlah tempat terutama di pusat kota kawasan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Dalam razia itu, sasaran petugas adalah penumpang yang membawa senjata tajam atau alat yang biasa digunakan untuk melakukan tindak kejahatan, narkoba, pemeriksaan identitas diri, serta pemeriksaan barang bawaan lainnya yang dinilai melanggar hukum.

Dalam razia angkutan umum yang dilakukan akhira-akhir ini, petugas berhasil menjaring puluhan penumpang yang tidak dapat menunjukkan identitas diri kepada petugas, menbawa senjata tajam, dan beberapa barang yang terlarang lainnya, katanya.

Menurut dia, penumpang yang terjaring sebagian besar hanya diberikan peringatan dan diberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalannya karena tidak melakukan pelanggaran hukum berat, sedangkan yang kedapatan membawa senjata tajam serta barang terlarang lainnya dibawa ke polresta untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum.

Melalui razia angkutan umum, dan operasi kepolisian lainnya seperti pengamanan dari para preman diharapkan dapat dicegah tindak kejahatan yang dapat meresahkan dan mengancam keselamatan jiwa pengguna angkutan umum serta warga kota secara keseluruhan, kata kapolresta.

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga