Jumat, 23 Juni 2017

Kapolsek PALI tertembak

id polresta, polisi, polda, djarod, humas polda, polisi, garis polisi, tembak, pistol, sempi
Kapolsek PALI tertembak
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Djarot Padakova (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly/16/den)
Palembang (ANTARASumsel) - Kapolsek Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan AKP Indrowono tertembak bagian kakinya saat melakukan pengejaran terhadap delapan nama yang masuk daftar pencarian orang di wilayah Polres Muara, Rabu (13/4).

Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Djarot Padakova di Palembang, Kamis, mengatakan, dalam operasi tersebut, Kapolsek mengalami luka tembak pada kaki kanan dan anak pelaku yakni Ade Sintia (15) terkena pada bagian pinggangnya.

Kejadian ini berlangsung di kediaman Antoni alias Anton di Dusun 1 Desa Babat, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI.

Sekitar pukul 22.00 (13/4) malam, berjarak sekitar belasan meter dari jalan lintas kabupaten, pelaku dan polisi terlibat baku tembak di lokasi dekat Markas Polsek Penukal Abab.

Kemudian, puluhan personel anggota Polres Muaraenim dan Polres Prabumulih mengepung rumah semi permanen milik Anton yang berada di permukiman padat penduduk.

Delapan pelaku berhasil ditangkap yakni Depis Edi, Novi Apriansyah, Farid, Antoni, warga PALI, sedangkan Julianto warga Palembang, Aditia Setiadi dan Aripin warga Jambi, dan Alfin Kayudi warga Banyuasin.

Empat pelaku dikirim ke Polres Muaraenim dan empat pelaku ditahan Polres Prabumilih atas kasus pencurian disertai kekerasan).

Pantauan di lokasi kejadian yakni di rumah milik Anton sudah tebentang garis polisi dan hampir seluruh kaca jendela bolong.

Kapolsek Penukal Abab AKP Indrowono saat ini masih terbaring lemah di atas kasur dengan luka tembak yang sudah dibalut dengan kain putih.

Juara penembak jitu Polres Muaraenim ini enggan berkomentar banyak terkait kejadian ini.

"Langsung saja, konfirmasi ke Polres Muaraenim, dari delapan pelaku itu ada DPO 365, perampokan di Prabumulih, pelaku sudah diserahkan ke Polres Muaraenim dan Prabumulih," kata AKP Indrowono.

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga