Jumat, 24 Februari 2017

Upaya dekatkan seni tari tradisi pada generasi muda

id dinas pariwisata, dinas budaya, tari, seni tari, seni tari tradisi, didi nini towok, Kadisbudpar Sumsel, Irene Camelyn Sinaga
Upaya dekatkan seni tari tradisi  pada generasi muda
Maestro Tari Indonesia, Didi Nini Towok dengan berbagi pengetahuannya mengenai seni tari tradisi di Taman Budaya Sriwijaya Palembang, Senin (16/5) (Foto Antarasumsel.com/Evan Ervani/16/den)
....Tujuannya hanya mengenalkan tidak harus anaknya menjadi seorang seniman....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan berupaya mendekatkan dan menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap seni tarian tradisi sebagai warisan dan jati diri bangsa Indonesia melalui pelatihan dengan menghadirkan Maestro Tari Didi Nini Towok.

Melalui pelatihan seni tari berlangsung di Taman Budaya Sriwijaya Palembang, Senin itu mengusung konsep "Sang Maestro" diharapkan generasi muda dapat lebih mengapresiasi dan menghargai kesenian tradisi yang kini dikesampingkan di tengah era globalisasi.

Pantauan Antara, di ruang Taman Budaya Sriwijaya itu puluhan anak muda berkumpul mengikuti pelatihan seni tari bertajuk "Sang Maestro" yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel sebagai upaya pemerintah mendekatkan dan menumbuhkan kecintaan mereka terhadap warisan budaya bangsa sejak dini.

Pada pelatihan itu, hadir sang legenda Maestro Tari Indonesia, Didi Nini Towok dengan berbagi pengetahuannya mengenai seni tari tradisi ditemuinya, bahkan sesekali memperagakan beberapa gerakan khas diciptakannya tanpa merusak pakem yang ada.

Menurut Didi, Indonesia dikenal dunia dengan keragaman budaya dan kearifan lokal yang tersebar di seluruh daerah, sudah sepatutnya generasi muda harus mencintai warisan budaya kini mulai tersisihkan oleh perkembangan zaman.

Ia mengatakan, peran orangtua menjadi sangat penting dalam mengenalkan dunia seni sejak dini, karena mengenal seni tak mesti menjadi seniman dan setidaknya mampu menghargai nilai seni itu sendiri nantinya.

Menurut Maestro Tari Indonesia, Didi Nini Towok, saat ini yang bersifat tradisional kini mulai ditinggalkan dan menjadi peranan penting bagi setiap orangtua, karena kalau hanya mengandalkan guru berapa lama waktu mereka di sekolah, tujuannya hanya mengenalkan tidak harus anaknya menjadi seorang seniman.

"Kami juga memang harus bekerja sama dengan Dinas Pendidikan di sini yang mengurusi muatan lokal di sekolah, tapi saat ini baru sebatas lagu-lagu daerah," kata Kadisbudpar Sumsel, Irene Camelyn Sinaga menambahkan.

Menurut dia, seni tari tradisional memiliki filosofi yang sangat tinggi, bukan sekedar menggerakkan badan, tetapi seni tersebut warisan budaya tak hanya menjadi hiburan semata.

Namun, juga menjadi jati diri bangsa harus terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman yang semakin koderen, katanya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga