Sabtu, 22 Juli 2017

Kampung KB jangan sebatas pencanangan

id kampung kb,bkkbn, achmad najib
Kampung KB jangan sebatas pencanangan
Asisten bidang kesejahteraan rakyat Pemprov Sumsel Achmad Najib memberikan sambutan pada pembukaan Rakorda BKKBN di Palembang, Rabu (25/5). (Foto Antarasumsel.com/16/Dolly Rosana)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengharapkan program "Kampung KB" bukan sebatas pencanangan tapi harus diimplemtasikan secara nyata.

"Kampung KB ini harus terus dipantau bagaimana implementasinya di lapangan, apakah ada suatu peningkatan atau justru tidak memberikan dampak. Jika memang demikian, harus tahu pula apa kendalanya," kata Asisten Bidang Kesra Pemprov Sumsel Achmad Najib di Palembang, Rabu.

Seusai membuka Rapat Koordinasi Daerah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana, Najib menegaskan komitmen pemprov dalam menyukseskan program Kependudukan dan Keluarga Berencana.

Ia pun mengacungi jempol terkait upaya dari BKKBN yang melibatkan tokoh agama, TNI/Polri untuk menggaungkan kembali program KB.

"Untuk Sumsel, tidak usah diragukan karena gubernur sendiri yang mencanangkan Kampung KB beberapa waktu lalu. Mengapa gubernur ingin terlibat langsung, karena memang menyadari bahwa program KKB ini sangat penting. Bagaimana mau sejahtera jika anak ada 12 orang sementara pekerjaan hanya sebagai tukang becak," kata dia.

Sementara Kepala BKKBN Sumatera Selatan Ary Goedadi mengatakan bahwa program Kampung KB ini merupakan program keroyokan lintas sektoral.

"Saat ini BKKBN sudah menuntaskan pendirian Kampung KB di setiap kabupaten/kota di Sumsel, lalu target ke depan yakni harus ada di tiap kecamatan," kata dia.

Program Kampung KB menjadi upaya pemerintah untuk mengetaskan kemiskinan karena lokasi yang dipilih merupakan kawasan pemukiman padat penduduk mendekati kategori kumuh.

Kampung yang terpilih yakni kampung yang banyak dihuni pasangan usia subur, banyak balita, dan sebagian besar keluarga masuk kategori miskin.

"Bukan hanya program BKKBN saja yang masuk, tapi juga ada Program Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Keluarga Sejahtera," kata Ary.



Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga