Minggu, 23 April 2017

Penjualan Pertamax di Sumsel naik 70 persen

id bahan bakar minyak, bbm, pertamax, pt pertamina mor ii, rico raspati
Penjualan Pertamax di Sumsel naik 70 persen
Ilustrasi - Petugas SPBU sedang mengisi kendaraan bahan bakar pertamax (FOTO ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Penjualan bahan bakar minyak jenis pertamax dan pertalite di Sumatera Selatan selama masa mudik lebaran tahun 2016 mengalami kenaikan hingga 70 persen.

Penjualan BBM nonsubsidi atau bahan bakar khusus (BBK) di Sumatera Selatan mengalami kenaikan yang signifikan selama masa mudik lebaran 1437 H, kata Officer Communication and Relations PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II Sumatera bagian Selatan, Rico Raspati di Palembang, Senin.

Menurut dia, peningkatan penjualan pertamax dan pertalite ini semakin membuktikan bahwa masyarakat khususnya para pemudik semakin meningkat kesadarannya untuk menggunakan bahan bakar yang berkualitas, ramah lingkungan serta sesuai dengan spesifikasi kendaraannya.

Adapun rata-rata penjualan harian pertamax terhitung sejak 1-9 Juli 2016 mencapai 185 KL/hari atau naik 74 persen dari rata-rata normal harian sebesar 106 KL/hari.

Sementara itu rata-rata penjualan harian pertalite terhitung sejak 1-9 Juli 2016 mencapai 277 KL/hari atau naik 70 persen dari rata-rata normal harian sebesar 163 KL/hari.

Ia mengatakan, untuk penjualan BBM jenis premium selama periode yang sama menunjukkan peningkatan sebesar 21 persen dari rata-rata harian normal 1.912 KL/hari menjadi 2.322 KL/hari.

Khusus BBM jenis solar mengalami penurunan konsumsi dari rata-rata harian normal 1.252 KL/hari menjadi 623 KL/hari.

Peningkatan penjualan pertamax dan pertalite ini juga menunjukkan bahwa pelayanan selama masa mudik dan arus balik lebaran 2016 semakin positif, dan sesuai dengan komitmen awal bahwa Pertamina menjamin ketersediaan BBM selama Ramadan dan lebaran 1 Syawal 1437 H.

Pertamina juga senantiasa melakukan monitoring penyaluran bahan bakar minyak melalui tim satgas yang beroperasi sejak 15 hari menjelang dan 15 hari setelah Idul Fitri, katanya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga