Jumat, 24 Februari 2017

Tarian "syukur Kami" gambarkan kesuburan Jawa Barat

id tarian, tari, pembukaan pon, pon jawa barat, pon XIX, atlet pon
Tarian
Ilustrasi). (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)
Bandung (ANTARA Sumsel) - Tarian "syukur kami" menggambarkan kesuburan provinsi Jawa Barat sejak dahulu kala yang menghasilkan kekayaan alam berupa hasil bumi yang berlimpah.

Sebanyak 3.500 penari menampilkan tarian kontemporer itu pada acara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Sabtu malam.

Tarian yang turut disaksikan Presiden Joko Widodo berserta ibu negara Iriana menampilkan aktifitas bertani masyarakat di pegunungan Jawa Barat.

Empat penari terlihat memanggul miniatur lumbung padi yang berisi penuh dengan hasil bumi, mulai dari pagi, buah, kacang-kacangan dan umbi-umbian.

Kemudian ratusan penari laki-laki berkonstum khas Jawa Barat yang dilengkapi dengan ikat kepala bergerak ke sana kemari menggambarkan kegembiraan karena hasil panen yang melimpah.

Penari perempuan yang menggunakan pakaian khas ke sawah juga tak ketinggalan dengan menari sembari menjinjing tampah berisi hasil bumi.

Sajian tari "Syukur Kami" ini mengambarkan bahwa Jawa Barat merupakan daerah yang diberkati sehingga bukan hanya melahirkan hasil bumi yang berlimpah tapi atlet-atlet yang kini melegenda, seperti slogan dalam PON kali ini "Berjaya di Tanah Legenda".

Tarian ini juga dikombinasikan dengan senandung lagu khas sunda.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga