Kamis, 19 Oktober 2017

Program KB emas dongkrak jumlah akseptor

id kb, kb emas, keluarga berencana, angka peserta kb
Program KB emas dongkrak jumlah akseptor
Mobil layanan KB (ANTARA FOTO)
Kayuagung (ANTARA Sumsel) - Program KB emas mendongkrak jumlah akseptor di Kabupaten Ogan Komering Ilir sejak diluncurkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional setempat.

Kepala BKKBN Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Al Hadi Nasir di Kayuagung, Jumat mengatakan, program KB emas yang diluncurkan sejak awal tahun mendapatkan respon positif dari masyarakat.

"Angka peserta KB (akseptor) meningkat sebesar 50 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya berkat safari KB dan KB keliling yang menjadi dua langka stragetis dalam program KB emas," kata dia.

Ia mengatakan untuk menyukseskan program ini, BKKBN OKI menyasar masyarakat yang bermukim di daerah perairan di empat kecamatan yakni kecamatan Sungai Menang, Cengal, Tulung Selapan dan Air Sugihan yang terdiri dari 15 desa yang belum memiliki Pusat Layanan Kesehatan Masyarakat.

Selain itu, masyarakat yang bermukim kawasan lebak seperti kecamatan Pangkalan Lampam, Pampangan, Jejawi, Sirah Pulau Padang, Kayuagung dan Pedamaran.

"Di beberapa kecamatan ini ada 14 desa yang menjadi sasaran kegiatan KB keliling secara `door to door`," kata dia.

Selain itu BKKBN juga menggandeng bidan untuk pelayanan KB secara gratis.

"Bidan merupakan ujung tombak program KB, karena sebagian besar pemasangan atlet kontrasepsi dilakukan di bidan," ujar dia.

BKKBN OKI juga menargetkan pada pada 2018 seluruh masyarakat OKI sudah menikmati layanan KB secara gratis sehingga jumlah peserta KB akan meningkat pada tahun mendatang.

Data terakhir menunjukkan terdapat 178.638 pasangan usia subur di OKI dan 39.284 pasangan diantaranya bukan peserta KB.

Sementara ini, berdasarkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 diputuskan laju pertumbuhan pendudukan menjadi 1 persen atau menurun dari 1,8 persen per tahun, angka kelahiran total dari wanita usia subur (TFR) menurun dari 2,6 (lebih dari dua anak tapi tidak sampai tiga anak) menjadi 2,29, dan penggunaan alat kontrasepsi modern berkisar 63 persen.

Sedangkan di Sumsel, berdasarkan survei SDKI 2012 untuk TFR masih diatas rata-rata nasional yakni 2,7.***4***

(T.D019/B/H005/H005) 07-10-2016 06:16:10

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga