Jumat, 21 Juli 2017

Bidan desa di Musi Banyuasin masih sedikit

id bidan, kekuarangan bidan, baru memiliki 432 bidan, 236 desa, kabupaten masi kekurangan bidan
Bidan desa di Musi Banyuasin masih sedikit
Ilustrasi- bidan lagi memeriksa seorang pasien (FOTO ANTARA)
...."Jumlah bidan desan di kabupaten ini masih sdikit sehingga berdampak tidak maksimalnya pemantauan kesehatan ibu dan anak," kata Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi....
Musi Banyuasin, Sumsel (ANTARA Sumsel) - Jumlah bidan desa di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan hingga Oktober 2016 ini masih sedikit atau belum sebanding dengan jumlah penduduk kabupaten setempat.

"Jumlah bidan desan di kabupaten ini masih sdikit sehingga berdampak tidak maksimalnya pemantauan kesehatan ibu dan anak," kata Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi, di Sekayu, Jumat.

Dia menjelaskan, kabupaten dengan penduduk sekitar 600 ribu jiwa ini baru memiliki 432 bidan yang tersebar di 236 desa.

Jumlah bidan desa yang ada sekarang ini masih sedikit dan akan tersus diupayakan penambahan hingga mencapai angka ideal, yakni paling tidak ada 1.500 bidan di kabupaten dengan 14 kecamatan itu, katanya.

Menurut dia, melihat sedikinya bidan desa di kabupaten ini, sebelum mencapai jumlah yang ideal, pihaknya berupaya memaksimalkan peran bidan ada dengan membekali pendidikan dan pelatihan (Diklat) fungsional bidan desa.

Tugas bidan desa yakni melakukan pemantauan kondisi kesehatan ibu dan anak serta ibu hamil, dengan penambahan bidan desa secara bertahap dan dibekali diklat diharapkan bisa menjadi ujung tombak bidang kesehatan di desa, ujarnya.

Dia menjelaskan, kegiatan pendidikan dan pelatihan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas bidan agar lebih baik, karena masa depan dan keselamatan bayi yang lahir di desa ada dalam tanggung jawab bidan.

Dengan adanya bidan desa dalam jumlah yang memadai, diharapkan ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan kehamilannya secara baik, dan kualitas kesehatan ibu dan anak di daerah ini menjadi lebih baik dan bisa diminimalkan angka kematian ibu dan anak, ujar dia.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga