Selasa, 24 Oktober 2017

Pengamanan kompleks istana kepresidenan di perketat

id istana negara, unjuk rasa damai , organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, Pasukan Pengamanan Presiden, Paspampres
Pengamanan kompleks istana kepresidenan di perketat
Ilustrasi- Demo Ormas . (ANTARA FOTO/Feny Selly/16/Indra) ()
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Pengamanan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta diperketat menjelang unjuk rasa damai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, Jumat.

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berseragam hitam-hitam bersiaga dan berjaga di setiap sudut Istana Kepresidenan.

"Ini protap (prosedur tetap) penjagaan ring satu," kata Komandan Paspampres Mayor Jenderal (Mar) Bambang Suswantono saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Pantauan Antara, pasukan elite yang dipersenjatai laras panjang itu berbaris mengelilingi pagar Istana, baik halaman dalam maupun luar.

Jarak antaranggota Paspampres ini hanya sekitar satu meter dalam mengamankan kompleks Istana Kepresidenan itu. Mobil dan motor pengawalan telah disiapkan di pintu keluar halaman Istana Negara.

Para tamu yang masuk Istana melalui Gedung Sekretaris Negara diperiksa ketat dan pintu gerbang yang biasa dibuka dua pintu, Jumat ini hanya satu pintu saja yang dibuka.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan bahwa Jumat (4/11), Presiden Joko Widodo tetap akan berada di Jakarta.

"Biasa-biasa saja, Presiden juga ngantor aja. Besok saya juga ngadep Presiden di sini, gak ada apa-apa," kata Luhut usai bertemu Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Kamis.

Ia menyatakan hal itu menangapi adanya pertanyaan wartawan mengenai hilir mudiknya helikoper TNI di sekitar istana, apakah ada kondisi yang urgen sekali.

"Ndak juga. Biasa-biasa aja. Presiden juga ngantor aja. Besok juga saya ngadep presiden sini, gak ada apa-apa," katanya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengatakan bahwa massa pengunjuk rasa akan berkumpul di Masjid Istiqlal, sebelum melakukan demonstrasi pada 4 November 2016.

"Titik kumpul di Masjid Istiqal. Baru bergerak usai Shalat Jumat," kata Irjen Iriawan di Kantor Bareskrim Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta.

Menurut dia, massa yang berkumpul di Masjid Istiqlal, usai shalat Jumat akan berjalan kaki ke Hotel Borobudur, Gereja Immanuel di Gambir, Jalan Medan Merdeka Selatan melewati Kedubes Amerika Serikat, Balai Kota, Patung Arjuna Wijaya, Jalan Medan Merdeka Barat menuju ke depan Istana Merdeka.

Massa akan berunjuk rasa guna menuntut Polri mempercepat proses hukum Ahok atas kasus dugaan penistaan agama.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga