Selasa, 28 Februari 2017

Gubernur: Pembangunan LRT Palembang tetap skala prioritas

id lrt, skala prioritas, kebutuhan Asian Games, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin
Gubernur: Pembangunan LRT Palembang tetap skala prioritas
Alat berat melakukan pemasangan tumpuhan balok penghubung antar pir head (balok grider) di zona 5 pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (4/8). (Foto Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/16/den)
Palembang, (ANTARA Sumsel) - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan, pembangunan jalur kereta api ringan atau Light Rail Transif/LRT di Palembang tetap menjadi skala priortas karena itu untuk kebutuhan Asian Games 2018.

Pembangunan tetap dimaksimalkan supaya selesai sebelum pesta olahraga internasional mendatang, kata gubernur di Palembang, Jumat.

Memang, lanjut dia, berdasarkan laporan untuk 2017 ada pemotongan anggaran dari APBN, namun itu akan ditutupi dari pihak ketiga seperti perbankan.

Menurut dia, pemerintah seharusnya menganggarkan Rp4 triliun tetapi berhubung perekonomian mengalami penurunan maka dikurangi.

Namun, menurut gubernur, pemotongan anggaran tersebut akan diambil dari pihak ketiga.

Jadi tidak menjadi masalah adanya pengurangan anggaran dari pemerintah pusat, karena masih banyak pihak ketiga yang akan berpartisipasi dalam pembangunan prasarana angkutan massal itu, kata gubernur.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya rutin melakukan pemantauan pengerjaan pembangunan jalur kereta api dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menuju Jakabaring Palembang.

Pembangunan tidak menjadi masalah dan berjalan sesuai rencana bahkan lebih cepat dari tahapan, kata gubernur tanpa menyebutkan presentase pengerjaan tersebut.

Jadi melihat kondisi tersebut pihaknya optimistis pembangunan LRT untuk mengatasi kemacetan arus lalulintas kendaraan akan selesai tepat waktu, kata dia.

Pembangunan jalur kereta api listrik tersebut memang menjadi pengawasan pemerintah pusat, sehingga selalu ditinjau baik Nenteri Perhubungan maupun Kepala Staf Kepresidenan.

Peninjauan itu untuk melihat perkembangan dan hambatan pembangunan dengan biaya triliunan rupiah tersebut.

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga