Selasa, 22 Agustus 2017

Obyek wisata Palembang belum digarap secara optimal

id obyek wisata, jembatan ampera, bukit siguntang, pulau kemaro, dprd
Obyek wisata Palembang belum digarap secara optimal
Pulau Kemaro merupakan salah satu andalan obyek wisata Kota Palembang (Foto Antarasumsel.com)
Palembang (Antarasumsel.com) - Kawasan obyek wisata yang ada di Kota Palembang memiliki potensi untuk dikembangkan namun pemerintah belum mampu menggarap dan mengelolanya secara optimal, kata anggota Fraksi PKB DPRD Sumatera Selatan, Erawan Abizar.

"Potensi pariwisata itu belum tergarap maksimal, karena tidak dikelola secara utuh terkait dengan tiga komponen dasarnya yaitu sumber daya manusia, regulasi dan infrastruktur," kata Erawan Abizar di Palembang, Rabu.

Ini harus mendapat perhatian serius oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait agar pariwisata tersebut memiliki nilai jual yang tinggi guna meningkatkan kunjungan wisatawan dalam maupun luar negeri, katanya.

Ia mengatakan, di samping itu dari segi produk-produk kerajinan tangan yang merupakan bagian dari potensi desa jika dilakukan pengembangan dengan baik, maka hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri sebagai produk wisata daerah berkelas.

Kini saatnya bagi Sumsel meraih berkah dari sektor pariwisata setelah cukup dikenal di manca negara, karena perannya menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga skala internasional, ujarnya.

Ia menyatakan, Sumsel memiliki kekayaan dalam hal potensi wisatanya baik yang ada di Palembang maupun di berbagai daerah seperti jembatan Ampera, Sungai Musi, Pulau Kemaro, Bukit Siguntang, Makam Ki Gede Ing Suro, Goa Putri, Gunung Dempo, Danau Ranau dan tempat wisata lainnya.

Sementara juru bicara Fraksi Partai Gerindra, Susilawati meminta penjelasan mengenai program kegiatan yang menjadi salah satu prioritas anggaran 2017 yaitu pengembangan pariwisata bertaraf internasional.

"Hasil pantauan kami dari destinasi pariwisata di Sumsel masih dengan permasalahan yang sama, yaitu fasilitas umum destinasi wisata belum memenuhi standar internasional," katanya.

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga