Selasa, 27 Juni 2017

Kawasan kumuh Kota Palembang akan ditata pada 2017

id kawasan kumuh, kota palembang, sungai
Kawasan kumuh Kota Palembang akan ditata pada 2017
Salah satu sudut kawasan kumuh di Palembang (Foto Antarasumsel.com)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Kawasan kumuh di 30 kelurahan Kecamatan Seberang Ulu, Kota Palembang, Sumatera Selatan, akan ditata pada 2017 menggunakan dana APBD sebenar Rp30 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Kota Palembang Saiful di Palembang, Selasa, mengatakan penataan kawasan kumuh ini terkait dengan target pemerintah kota yakni zero kawasan kumuh pada 2019.

"Jadi mulai 2017 dilakukan penataan secara bertahap," kata dia.

Selain mengandalkan dana APBD, pemkot juga menghimpun bantuan dari sektor swasta dan Lembaga Sosial Masyarakat.

Upaya ini mengingat di Kota Palembang Pemerintah Kota Palembang telah menetapkan 59 kelurahan sebagai kawasan kumuh untuk menjalankan Program Peningkatan Kualitas Pemukiman (P2KP) yang mulai digerakkan pada pertengahan tahun 2015 di seluruh Indonesia.

Dalam program penataan kawasan kumuh ini, pemkot akan membangun jalan lorong, mendirikan fasilitas mck (mandi cuci kakus) umum yang menggunakan instalasi pengolahan air limbah secara komunal, hingga memperbaiki rumah warga yang tidak layak huni.

Terkait perbaikan rumah warga ini, pemkot pada 2016 ini sedang menyurvei sejumlah kawasan di Seberang Ulu untuk menetapkan siapa yang berhak menerima bantuan.

"Penerima bantuan ini akan di SK-kan oleh wali kota jadi benar-benar legal," kata dia.

Sementara pada tahun ini, Dinas PU Cipta Karya Kota Palembang telah merealisasikan dana Rp10 miliar untuk penataan kawasan kumuh di kawasan pinggiran Sungai Musi.

Pemerintah Kota Palembang mencanangkan program `100 0 100` (zero kawasan kumuh, 100 persen sanitasi, dan 100 persen layanan air bersih) untuk mengurangi kawasan kumuh di pusat kota dan menghentikan munculnya kawasan kumuh baru.

Untuk menjalankannya, pemerintah menjalankan berbagai program seperti penataan pemukiman, bedah rumah, pendirian fasilitas umum, dan program rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah sebagai upaya pencegahan agar kawasan kumuh baru tidak muncul kembali.

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga