Selasa, 30 Mei 2017

Pemerintah berupaya kurangi lahan kritis

id Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup, lahan kritis, berupaya mengurangi, bekerja sama, penanaman pohon
Pemerintah berupaya kurangi lahan kritis
Penanaman pohon. (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly)
Magelang (Antarasumsel.com) - Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya mengatakan pemerintah terus berupaya mengurangi 24 juta hektare lahan kritis secara nasional.

"Salah satunya bekerja sama dengan sejumlah pihak, mulai pemerintah daerah, LSM, perusahaan, masyarakat hingga akademisi termasuk dengan UGM yang pada perayaan Dies Natalis ke-67 melakukan penghijauan di Lereng Gunung Merapi," katanya di Magelang, Sabtu.

Ia mengatakan hal tersebut dalam penanaman pohon di Lereng Gunung Merapi di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada.

"Kami menyambut baik apa yang dilakukan UGM ini. Apalagi tadi, kami mendengar rencana yang akan menjadikan Gunung Merapi sebagai pusat sains, laboratorium, penelitian dan pengabdian. Bahkan, katanya, saat ini sudah bekerja sama dengan para ahli dari Prancis dan Jerman terkait hal tersebut," katanya.

Khusus di Merapi, katanya, pihaknya juga akan mengawal landschape akibat letusan-letusan yang masih sering terjadi. Apalagi, banyak masyarakat yang memintanya dan di sekitarnya juga banyak penambang pasir.

Ia menuturkan pasir merapi dikenal memiliki kualitas nomor satu di Indonesia dan nomor dua di dunia. Semoga dengan ini, masyarakat sekitarnya menjadi lebih paham akan karakternya, dan semakin sejahtera kehidupannya.

"Apalagi, kini juga mulai dikembangkan menjadi lokasi wisata dan kunjungan wisata alam trennya sejak 2015 terus naik," katanya.

Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan pengabdian, Budi Widodo mengatakan setelah memiliki sekolah sungai, pihaknya akan menjadikan Gunung Merapi sebagai pusat laboratorium dan penelitian.

"Saat ini kami sudah menggandeng ahli dari Prancis dan Jerman. Merapi akan menjadi sekolah gunung. Ke depan, kami akan memberikan teknologi rekam data dan lainnya sehingga masyarakat di Srumbung dan di kawasan rawan bencana (KRB) III lainnya, bisa berinovasi dan melakukan penyelamatan sedini mungkin," katanya.

Pada kesempatan tersebut panitia berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp427 juta sebagai bagian adopsi pohon dari para alumni UGM yang datang dalam kegiatan penanaman pohon.

Adopsi diberikan untuk satu pohon yang ditanam Rp125 ribu. Selanjutnya, uang adopsi yang terkumpul diberikan kepada Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) untuk perawatan dan pemeliharaan tanaman ke depan.

"Kami ingin menyelamatkan Merapi melalui adopsi pohon ini," kata Budi Widodo.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga