Jumat, 24 Februari 2017

Kesehatan reproduksi remaja perlu masuk kurikulum

id siswi, materi kesehatan reproduksi, muatan khusus, mata pelajaran, tingkat SD, hingga SLTA
Kesehatan reproduksi remaja perlu masuk kurikulum
Sejumlah siswi SMA Negeri melepaskan balon udara seusai menjalani ujian . (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly/)
Pekanbaru (Antarasumsel.com) - Pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Indonesia dinilai perlu memasukkan materi kesehatan reproduksi ke dalam muatan khusus mata pelajaran di tingkat SD hingga SLTA, serta di universitas.

"Materi ini penting diketahui oleh pelajar dan  mahasiswa untuk menekan kasus remaja korban kekerasan dan pelecehan seksual serta aborsi, dan lainnya," kata Direktur Kesehatan Reproduksi BKKBN Dra. Hitima Wardhani MPH, dalam laporan tertulisnya , diterima Antara, Senin.

Menurut dia, akibat mereka tidak tahu pentingnya menjaga dan memelihara kesehatan reproduksi, menurut PP 61 tahun 2014 adalah keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi.

Sedangkan pelayanan kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang ditujukan kepada remaja dalam rangka menjaga kesehatan reproduksi.

"Pentingnya kesehatan reproduksi diketahui remaja adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan, keluarga berkualitas, generasi sehat dan cerdas," katanya.

Hal itu karena dampak kesehatan reproduksi yang tidak optimal maka remaja rentan menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual serta aborsi, AKI tinggi, AKB tinggi, HIV dan Aids tinggi, kanker alat reproduksi tinggi, kanker leher rahim dan kanker payudara tinggi.

Selain itu, kesertaan berKB kurang, kekerasan seksual tinggi, usia kehamilan remaja tinggi, ledakan penduduk tidak terkendali, bonus demografi tidak optimal dan generasi akan memiliki daya saing rendah.

"Pendidikan Kespro perlu dikembangkan sebab ruang lingkupnya luas, mencakup keseluruhan siklus hidup manusia, mulai sejak konsepsi hingga lanjut usia sementara itu laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama terhadap akses dan pelayanan kesehatan,"katanya.

Ia menjelaskan, Bupati Kulon Progro telah memuat materi Kespro pada mata pelajaran  Pendidikan Jasmani dan Olahraga dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Ini patut diupayakan juga oleh Pemda lainnya.

Bahkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada 24 November 2016 telah meluncurkan kesehatan reproduksi dalam mata kuliah empat SKS dan perguruan tinggi lainnya diharapkan dapat menerapkan program studi yang sama untuk menciptakan generasi berkualitas.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga