Sabtu, 23 September 2017

Kredit UMKM Sumsel tumbuh sehat lampaui target nasional

id Ponco, bank indonesia, umkm, kerajinan
Kredit UMKM Sumsel tumbuh sehat lampaui target nasional
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan Hamid Ponco Wibowo (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly/15)
Palembang (Antarasumsel.com) - Kredit untuk sektor Usaha Mikro Kecil Menengah di Sumatera Selatan mengalami pertumbuhan pesat pada 2016 setelah membukukan 22,03 persen atau melampau target nasional 20 persen pada 2018.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Hamid Ponco Wibowo di Palembang, Minggu, mengatakan data terakhir menunjukkan hasil yang sangat positif sekali bahwa dari total 102,7 triliun kredit yang disalurkan ke masyarakat, diketahui sebesar 22,62 triliun diserap sektor UMKM.

"Ini menunjukkan bahwa kalangan perbankan di Sumsel terbilang aktif menyasar sektor UMKM," kata Ponco.

Menurutnya kalangan perbankan di Sumsel tidak kekurangan akal di tengah pelemahan ekonomi dalam negeri.

Sumatera Selatan yang dikenal sebagai daerah yang bertumpu pada komoditas perkebunan karet, sawit, dan mineral batu bara justru mengalami hasil positif untuk penyerapan modal dari sektor UMKM.

"Artinya kalangan perbankan, dapat membidik sektor lain selain perkebunan karet sehingga sektor UMKM dapat tumbuh," kata dia.  

Head of Region Bank Mandiri II Sumatera Bagian Selatan Toto Supriadi mengatakan penyaluran kredit Bank Mandiri pada tahun ini didominasi sektor Usaha Mikro Kecil Menengah dengan mencapai 60 persen dari total alokasi Rp4,5 triliun.

Sektor UMKM menjadi pijakan perusahaan dalam penyaluran dana pihak ketiga karena tidak rentan oleh krisis sehingga dalam portopolio perusahaan menjadikan kredit komersial hanya sedikit jika dibandingkan untuk sektor UMKM.

Ia mengatakan konsentrasi perusahaan pada sektor UMKM ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan sektor rill.

Untuk itu, Mandiri gencar dalam penyaluran kredit mikro hingga menengah dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Bidikan ditujukan ke pedagang kecil yang ada di pasar tradisional dengan pinjaman berkisar Rp20 juta.

Selain itu, juga dibidik pelaku sektor perdagangan umum seperti sembako dan bahan bangunan.

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga