Senin, 27 Maret 2017

Kemana sisa kembalian konsumen di minimarket

id uang, koin, lsm, minimarket, sisa kembalian konsumen, minimarket, kasir
Kemana sisa kembalian konsumen di minimarket
Uang(Foto Antarasumsel.com/14/Feny Selly)
....Seolah-olah sudah diperintahkan secara massif tidak mengembalikan uang kecil sisa belanja....
Makassar (Antarasumsel.com) Pengurus lembaga Lumbung Informasi Rakyat (LIRa) Kota Makassar mempertanyakan sisa kembalian uang belanja di pasar moderen atau minimarket yang menjamur di sejumlah titik tersebar di Kota Makassar serta di Kabupaten Kota, Sulawesi Selatan.

"Dikemanakan uang sisa belanja konsumen itu, misalnya kembalian 100-200 rupiah tidak dikembalikan kasir minimarket," ujar Wali Kota LIRa Makassar Ahmad di Makassar, Senin.

Menurut dia sudah banyak masyarakat melaporkan adanya praktik yang diduga merugikan konsumen. Ada indikasi penipuan terstruktur disitu. Ketika konsumen belanja, tidak dikembalikan sisa uang, meski terbilang kecil tapi dikalikan banyak tentu nilainya cukup besar bila dikumpulkan.

Selain itu, modus para kasir di minimarket seperti Alfamart, Alfamidi, dan Indomaret yang tersebar ratusan di Kota Makassar belum lagi di kabupaten kota lainnya di Sulsel, seolah-olah sudah diperintahkan secara massif tidak mengembalikan uang kecil sisa belanja.

"Para kasir pura-pura tidak tahu kalau ada sisa kembalian, kalau pembeli jeli dan kritis meminta kembaliannya, tapi bagaimana dengan konsumen lain yang hanya mengikuti kemauan oknum kasir di minimarket itu, ini tipu-tipu namanya membodohi konsumen untuk dapat untung," beber dia.

Tidak hanya itu, kembalian uang kecil tidak jelas arahnya kemana. Dengan dalih donasi, tetapi tidak jelas di donasikan kemana, kasir pun tidak punya itikad baik, setidaknya memberikan informasi atau papan bicara di minimarket itu kepada konsumen.

"Pikiran kasir kan konsumen tidak mungkin meminta uang sisa 100 atau 200 rupiah kepada konsumen, tapi kalau konsumen kritis baru dikembalikan, ini jelas penipuan terstuktur dan merugikan konsumen. Bayangkan kalau ratusan minimarket ini mengumpulkan uang itu, tentu jumlahnya besar, dikali per hari maupun perbulan," ulasnya.

Bukan hanya pada kembalian, kasus dugaan penipuan lain yakni saat transaksi, modusnya harga yang terpasang di lebel produk tidak sesuai harga saat dibayar dikasir. Bahkan produk yang terpajang dan ada lebel harga, jauh berbeda dengan harga dibayarkan, pihak minimarket berdalih lupa menganti lebel.

"Kasus ini sduah dilaporkan masyarakat kepada kami, mereka merasa ditipu belanja di minimarket. Nanti dikomplen baru merespon, bagaimana kalau tidak. Belum lagi permainan pada stuk belanja dengan menggelembungkan harganya, bahkan harganya disetiap minimarket berbeda-beda, padahal produknya sama," ungkap Ahmad.    
Menanggapi persolan ini, pihaknya mendesak Pemerintah Kota dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Makassar segera menindaki pola-pola dugaan penipuan yang dilakukan minimarket itu, karena jelas ini modus penipuan ini terstuktur massif secara berjamaah.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan diminta harus turun ke lapangan untuk memeriksa izin minimarket yang sudah berjamur di Makassar, karena diduga tidak punya izin resmi lokal dan hanya mengantongi izin nasional. Dan menjadi pertanyaan mengapa pembangunannya sangat cepat.

Keberadaan minimarket ini, kata dia, secara tidak langsung mematikan pedangang klontongan apalagi minimarket dibangun berdampingan. Padahal program pemerintah mengangkat perekonomian pada masyarakat kecil, tetapi faktanya berbanding terbalik.

"Kalau Wali Kota Makassar tidak memerintahkan petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangannya menindaki dugaan penipuan itu, maka kami akan laporkan ke pihak berwajib, sebab data kami sedang kumpulkan untuk diajukan sebagai bukti penipuan manajemen minimarket yang disebutkan tadi," tegasnya.

Salah seorang konsumen, Hidayat mengaku seringkali belanja di Alfamart dan Indomaret tapi kalau ada uang kembalian 100 rupiah tidak dikembalikan kasir. Pernah juga kasir salah hitung dengan mengelembungkan harga dalam struk belanja.

"Saya sering belanja di Alfamart dan Indomaret, iya uang kembalian 100-200 rupiah tidak dikembalikan, tidak ada juga papan bicara atau penyampaian uang disumbangkan kemana. Saya pernah protes, sebeb harga barang jauh berbeda distruk, nanti diketahui dirumah saat dihitung ulang ternyata tidak sama," tuturnya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga