Selasa, 28 Februari 2017

"Sahabat" inginkan warga tidak terjebak politik uang

id politik uang, pilkada, pemilihan kepala daerah,
Ilustrasi.(Ist)
....Pelaksanaan Pilkada adalah sebuah hajatan demokrasi bermartabat yang melibatkan masyarakat.pelaksanaannya harus benar-benar bersih dan jujur, tanpa politik uang...
Kupang (Antarasumsel.com) - Pasangan Wali Kota Kupang "Sahabat" mengingatkan warga untuk tidak terjebak politik uang yang berpeluang terjadi saat pelaksanaan Pilkada di wilayah Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

"Pelaksanaan Pilkada adalah sebuah hajatan demokrasi bermartabat yang melibatkan masyarakat. Oleh karenanya pelaksanaannya harus benar-benar bersih dan jujur, tanpa politik uang," kata Jonas Salean di Kupang, Selasa.

Berpolitik yang bermartabat harus dilakukan dengan cara-cara yang bermartabat, sehingga bisa menghasilkan 'out put' pemimpin yang berkualitas.

Jangan memanfaatkan seluruh kekuatan yang dimiliki hanya untuk kepentingan pribadi dengan mengabaikan kepentingan seluruh warga di daerah ini, katanya.

"Warga saya imbau tidak terpengaruh dengan mainan oknum yang berpolitik uang. Pilihlah pemimpin yang memiliki visi dan sudah bekerja nyata untuk rakyat demi pencapaian kesejahteraan warganya," katanya.

Pasangan calon walikota yang menggunakan sandi politik "Sahabat", kata mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu, sudah memberikan bukti melalui sejumlah program prorakyat yang diimplementasi selama menjabat hingga di tahun kelima pemerintahan pada 1 Agustus 2017.

"Kami sudah melaksanakan program yang ada untuk kesejahteraan rakyat melalui sejumlah implementasi program kerakyatan yang ada," katanya.

Dia mengaku masih ada banyak kekurangan dan yang belum bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. Hal itu wajar karena sejumlah alasan, antara lain ketersediaan anggaran daerah.

"Kami laksanakan program prorakyat itu sesuai skala prioritas berdasarkan kondisi kemampuan daerah yang ada. Karena itu masih ada kurang-kurang dan kami mohon untuk diberikan waktu lima tahun ke depan untuk tuntaskan program lainnya," katanya.

Sementara itu Calon Wakil Wali Kota Nikolaus Fraksiskus mengatakan, selalu melakukan kunjungan kerja dan berdialog dengan warga di masa kampanye ini untuk bisa bertemu dengan masyarakat yang akan memilih pasangan itu.

Melakukan kunjungan ke masyarakat sebagai bagian dari langkah awal mendengar aspirasi dan hal kebutuhan warga untuk kemudian dirancang dalam program kebijakan pemerintah di lima tahun ke depan, katanya.

Pelaksanaan dengar pendapat dengan warga ini adalah bagian dari sebuah implementasi demokrasi berkerakyatan. "Ini bukti bahwa pasangan 'Sahabat' akan selalu mementingkan kepentingan rakyat," katanya.

Mantan anggota DPRD Kota Kupang tiga periode itu mengatakan, demokrasi bermartabat harus dilakukan dengan cara-cara dan langkah bermartabat juga, sehingga tidak ada peluang mencederai politik dan demokrasi.

Menurut dia, cara-cara berpolitik yang santun dan bermartabat itu harus dilakukan dengan jalan panjang melalui proses dan pendewasaan, termasuk mengunjungi masyarakat mendengarkan aspirasinya.

"Tidak dengan melakukan sejumlah tindakan dan intrik serta bermanuver melalui isu dan fitnah yang mendorong dampak pendidikan politik minus bagi warga," katanya.

Kader PDIP Provinsi Nusa Tenggara Timur itu mengatakan, akan tetap berdiri tegak dengan pasangan Jonas Salean dalam paket 'Sahabat' meski terus diganggu dengan sejumlah isu, fitnah dan intrik yang dimainkan pihak lainnya.

"Kami akan terus berdiri dan berjuang untuk mendengar dan menggali aspirasi masyarakat untuk keberlanjutan program prorakyat yang sudah ada demi kesejahteraan seluruh warga daerah ini," kata Nikolaus Fransiskus.

Pilkada Kota Kupang diikuti dua pasnagan calon, masing-masing nomor urut 1 Jefri Riwu Kore-Hermanus Man atau "Firmanmu" dan nomor urut 2 pasangan Jonas Salean-nikolaus Fransiskus atau "Sahabat".

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga