Sabtu, 22 Juli 2017

Stok beras di Sumsel-Babel capai 50.000 ton

id stokl beras, bulog, pengadaan beras, petani, beras petani
Stok beras di Sumsel-Babel capai 50.000 ton
Ilustrasi (FOTO ANTARA)
...Stok beras yang tersedia di gudang-gudang Bulog tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dua provinsi itu selama tujuh bulan ke depan...
Palembang (ANTARA Sumsel) - Stok beras di wilayah kerja Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung pada Januari 2017 ini mencapai 50 ribu ton lebih.

Stok beras yang tersedia di gudang-gudang Bulog tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dua provinsi itu selama tujuh bulan ke depan, kata Kepala Perum Bulog Divre Sumatera Selatan dan Babel Bakhtiar AS, di Palembang, Rabu.

Menurut dia, dengan kondisi stok beras yang tersedia di gudang-gudang Bulog di wilayah Sumsel dan Bangka Belitung, masyarakat yang berada di dua provinsi tersebut tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan di pasaran dan permainan harga akibat kelangkaan itu.

"Stok beras dijamin tersedia cukup banyak dan jumlahnya akan terus ditambah karena dalam waktu dekat segera dilakukan penyerapan hasil panen petani," ujarnya.

Dia menjelaskan, pada 2017 ini, pihaknya berupaya meningkatkan penyerapan beras hasil panen petani pada dua provinsi tersebut.

Target penyerapan/pengadaan pada 2017 sebesar 120.000 ton beras, dan diharapkan hasil panen petani sepanjang tahun ini tidak mengalami gangguan akibat pengaruh cuaca/alam sehingga dapat terealisasi sesuai dengan target tersebut.

Penyerapan beras petani diharapkan dapat berjalan sesuai rencana sehingga stok beras selalu tersedia dan dapat membantu petani menjual hasil panennya dengan harga yang wajar.

Sementara untuk menjaga kestabilan harga beras di pasaran wilayah Sumsel dan Bangka Belitung, selain menyediakan stok dalam jumlah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pihaknya menyiapkan kegiatan operasi pasar beras jika terjadi gejala kenaikan harga kebutuhan pokok itu dalam batas yang tidak wajar, kata Bakhtiar.


Editor: Yudi Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga