Sabtu, 22 Juli 2017

Konsumsi pertalite naik 440 persen

id pertamina, pertalite, konsumsi pertalite naik
Konsumsi pertalite naik 440 persen
Pengisian BBM di SPBU (Antarasumsel.com)
Jakarta (Antarasumsel.com) - PT Pertamina (Persero) menyatakan konsumsi bahan bakar bensin jenis pertalite selama masa Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 melonjak 440 persen dibandingkan periode sama tahun 2015.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar, di Jakarta, Jumat, mengatakan pada masa Natal 2015 dan Tahun Baru 2016, konsumsi pertalite hanya 7.681 kiloliter per hari.

"Namun, pada Natal 2016 hingga Tahun Baru 2017, konsumsi pertalite melonjak hingga 34.230 kiloliter per hari atau naik 440 persen dibandingkan 2015," katanya.

Demikian pula, lanjutnya, konsumsi bensin jenis pertamax, pada Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 mengalami kenaikan 113,15 persen dibandingkan periode sama 2015.

Pada 2015, konsumsi Pertamax tercatat hanya 7.681 kiloliter, sedangkan 2016 naik signifikan menjadi 16.372 kiloliter.

Sebaliknya, konsumsi bensin/premium mengalami penurunan sebesar 54,6 persen dari 76.505 kiloliter pada 2015, menjadi 41.768 kiloliter pada 2016.

Iskandar menambahkan, pada masa Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, porsi premium dalam bauran bensin dengan total konsumsi 92.370 kiloliter per hari mencapai 45,2 persen.

Sementara, porsi pertalite 37,1 persen dan pertamax 17,7 persen.

Sedangkan bauran bensin pada masa Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 dengan konsumsi 91.867 kiloliter per hari adalah premium 83,3 persen, pertalite 8,4 persen, dan pertamax 8,4 persen.

Iskandar juga mengatakan, dibandingkan kondisi normal harian, maka konsumsi pertalite pada masa Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 mengalami kenaikan 19,49 persen dari posisi 28.645 kiloliter, pertamax naik 11,66 persen dari 14.680 kiloliter, dan premium naik 5,11 persen dari 39.735 kiloliter.

BBM jenis lainnya, seperti Avtur, konsumsi selama masa Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 mencapai 14.956 kiloliter atau naik 13,94 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 13.126 kiloliter.

"Lalu, elpiji mengalami kenaikan sembilan persen, dan solar turun dari 37.924 kiloliter menjadi 34.029 kiloliter," katanya.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga