Kamis, 23 Februari 2017

Lima tewas dalam penembakan di Fort Lauderdale

id penembakan, pria bersenjata, tewas, memuntahkan peluru di Bandar Udara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood, Amerika Serikat, memuntahkan peluru, B
Lima tewas dalam penembakan di Fort Lauderdale
Korban penembakan brutal yang dilakukan oleh seorang pria berusia sekira 20 tahunan dan mengenakan kaos bertuliskan "Star Wars" di Bandar Udara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood, Jumat (Sabtu WIB, 7 Januari 2017).(Reuters)
Fort Lauderdale, Florida (Antara/Reuters) - Setidaknya lima orang tewas ketika seorang pria bersenjata memuntahkan peluru di Bandar Udara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood, Amerika Serikat, Jumat, menurut sejumlah pejabat dan saksi mata.

Pria yang mengenakan kaus "Star Wars" itu kemudian dibekuk petugas.

Kantor sheriff setempat mengatakan lima orang terbunuh dan delapan lainnya terluka dalam insiden tersebut.

Polisi berhasil menembak pria itu ketika ia berupaya mengisi ulang senjatanya, kata laporan MSNBC yang mengutip saksi mata.

Stasiun televisi itu mengatakan si penembak, yang tidak mengatakan apa-apa, diperkirakan berusia sekitar 20 tahunan dan berbaju kaus "Star Wars".

Ia membawa kartu tanda pengenal militer AS, kata Senator AS asal Florida, Bill Nelson, kepada MSNBC.

Serangan Florida itu merupakan penembakan massal terbaru yang mewabah di Amerika Serikat dalam beberapa tahun belakangan. Beberapa penembakan terinspirasi oleh kalangan garis keras dan sejumlah lainnya dilakukan oleh para penyendiri atau orang-orang sakit mental yang dengan mudah memiliki senjata berdasarkan undang-undang kepemilikan senjata di AS.

Sekitar 90 menit setelah serangan, kepanikan kembali terjadi. Para penumpang dan personel kepolisian berlarian di bandara.

Puluhan polisi berlari ke sana ke mari dengan membawa senapan otomatis, menerikkan perintah kepada para penumpang.

Seorang polisi berteriak "Tiarap, tiarap!" dari tempat parkir di seberang terminal bandara, kata wartawan Reuters yang menyaksikan keadaan.

John Schlicher, yang mengatakan kepada MSNBC bahwa ia menyaksikan penembakan, menggambarkan si pelaku sebagai pria langsing "yang mengarahkan tembakan kepada kami" ketika para penumpang sedang menunggu koper-koper mereka keluar dari mesin berjalan.

Si penembak mengisi ulang senjatanya dan kembali melancarkan tembakan untuk kedua kalinya, kata Schlicher, namun ia tidak tahu berapa banyak peluru yang ditembakkan.

Saksi mata lainnya, Mark Lea, mengatakan kepada MSNBC, "Dia (penembak) tidak berkata apa-apa, tidak menerikkan apa-apa."
Lalu lintas penerbangan untuk sementara dihentikan.

Fort Lauderdale-Hollywood International Airport adalah bandara kedua terbesar di Florida Selatan, yang merupakan penghubung perjalanan internasional.

Miami International Airport dikenal sebagai bandara utama bagi penerbangan internasional di kawasan itu.  
Penembakan Jumat terjadi hampir dua bulan setelah seorang mantan pegawai Southwest Airlines membunuh seorang karyawan maskapai penerbangan tersebut di bandara Oklahoma City. Kepolisian menyebut insiden itu sebagai aksi yang sudah direncanakan.

Penembakan massal terburuk dalam sejarah AS terjadi pada Juni 2016, ketika seorang pria bersenjata membunuh 53 orang dan melukai 49 lainnya di sebuah klab malam kaum gay di Orlando, Florida.

Salah satu penembakan massal paling mengejutkan muncul pada 2012, yaitu saat seorang pria memasuki sebuah sekolah dasar di Newtown, Connecticut, dan menembak hingga tewas 20 murid dan enam orang dewasa.(Uu.T008)

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga