Kamis, 29 Juni 2017

RSMH luncurkan "Sisrute" dan sistem registrasi online

id rsmh, rumah sakit umum, rsmh palembang
RSMH luncurkan
Rumah sakit umum dr Moehammad Hoesin Palembang meluncurkan Sistem Rujukan Terintegrasi atau SIsRUTE dan Sistem Registrasi pendaftaran pasien secara online di aula RSMH, Senin. Peluncuran (Antarasumsel.com/Feni Selly)
Palembang (Antarasumsel.com) - Rumah sakit umum dr  Moehammad Hoesin Palembang meluncurkan Sistem Rujukan Terintegrasi atau SIsRUTE dan Sistem Registrasi pendaftaran pasien secara online di aula RSMH Palembang, Senin.

“Sisrute dan sistem registrasi online merupakan langkah Rumah Sakit dr Moehammad Hoesin (RSMH) dalam meningkatkan mutu pelayanan terhadap pasien," kata kepala instalasi sistem informasi RSMH,” Wijaya di Palembang, Senin.

Ia mengatakan, sistem registrasi online dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat yang ingin mendaftarkan keluarganya di RSMH dengan cara meng-klik domain sirs.yankes.kemenkes.go.id/antrian.

Setelah dibuka akan muncul tampilan layar utama beserta beberapa pilihan kolom, selanjutnya calon pasien tinggal memilih menu register lalu mengisi data nama rumah sakit tujuan, data pasien, cara pembayaran, dan terakhir akan muncul barkode.

Barkode itulah yang akan digunakan sebagai bukti bahwa calon pasien telah melakukan registrasi pendaftaran dan pihak rumah sakit langsung merespon sesuai data calon pasien.

Sistem registrasi online tersebut untuk menghindari panjangnya antrian pendaftar di rumah sakit serta untuk memberikan rasa nyaman serta kecepatan terhadap pelayanan pasien.

Sementara Sisrute hanya dapat digunakan oleh rumah sakit, karena sistem tersebut merupakan cara mudah dan cepat, jika pihak rumah sakit ingin merujuk pasien ke rumah sakit lainnya baik secara vertikal (standar rumah sakit yang sama) maupun horizontal (standar meningkat ke atas).

Misalnya ada pasien rumah sakit A harus dirujuk ke rumah sakit B, maka rumah sakit A akan mengirim data pasien berupa jenis pelayanan serta kebutuhan penanganan ke rumah sakit B melalui Sisrute, data tersebut akan segera direspon oleh rumah sakit B, apakah rumah sakit B memiliki pelayanan yang diinginkan atau tidak.

“Kalau pelayanan yang dibutuhkan tersedia maka pasien akan segera dirujuk dengan cepat dan  pasien tidak perlu khawatir ditolak oleh rumah sakit tujuan,” tambah Wijaya.

Ia mengharapkan, masyarakat dapat menggunakan kedua sistem tersebut untuk peningkatan mutu pelayanan bisa dicapai dengan baik.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga