Selasa, 17 Januari 2017

Wisata Raja Ampat mahal karena harga BBM

id Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo, tarif pariwisata, perairan, pulau-pulau, transportasi laut
Wisata Raja Ampat mahal karena harga BBM
Raja Ampat, Papua, Indonesia. (Indonesia-tourism.com)
Sorong (Antarasumsel.com) - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Yusdi Lamatenggo mengatakan tarif pariwisata di daerah itu tinggi dipengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) yang tinggi.

"Sebagian besar wilayah Kabupaten Raja Ampat adalah perairan dan pulau-pulau yang hanya dapat dijangkau dengan transportasi laut," kata Yusdi Lamatenggo, di Sorong, Selasa.

Dia mengatakan bahwa untuk menjangkau setiap pulau destinasi wisata di Kabupaten Raja Ampat membutuhkan banyak bahan bakar minyak, mengingat jarak satu pulau ke pulau yang lain serta ibu kota kabupaten sangat jauh.

"Harga bahan bakar minyak di Kabupaten Raja Ampat cukup tinggi, serta terkadang langka, sehingga tarif pariwisata pun menjadi tinggi," ujarnya lagi.

Ia menyampaikan, kebijakan Presiden Joko Widodo memberlakukan BBM satu harga tentunya sangat bermanfaat bagi Kabupaten Raja Ampat karena akan menurunkan tarif wisata.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam hal ini Dinas Perhubungan tahun ini memprogramkan angkutan reguler atau angkutan umum penghubung pulau terutama pulau-pulau destinasi wisata di sini.

Menurut dia, transportasi reguler tersebut akan membantu menurunkan tarif pariwisata di Kabupaten Raja Ampat, mengingat wisatawan mancanegara maupun lokal dapat menggunakan transportasi reguler itu tanpa harus sewakan speedboat dengan harga yang tinggi.

"Transportasi reguler atau taksi laut penghubung pulau itu pula akan memudahkan masyarakat lokat mendistribusikan hasil perikanan dan perkebunan untuk menunjang pariwisata," kata dia lagi.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga