Rabu, 22 Februari 2017

Kapolres jamin proses hukum Anggota aniaya warga

id penganiaayaan, pemukulan, polisi, Kepolisian Mimika, Victor Dean Mackbon, transparansi, proses hukum
Kapolres jamin proses hukum Anggota aniaya warga
Ilustrasi (Antarasumsel.com)
Timika (Antarasumsel.com) - Kepala Kepolisian Resor Mimika, Papua AKBP Victor Dean Mackbon menjamin transparansi proses hukum salah satu anak buahnya yang terlibat kasus penganiayaan warga, Zakarias Waer (36) hingga meninggal dunia.

"Sebagaimana komitmen kami kepada keluarga korban, proses hukum kepada anggota yang melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan kematian almarhum Zakarias Waer akan dilakukan transparan baik hukum positif maupun proses etika profesi di internal kepolisian," kata Victor di Timika, Kamis.

Zakarias Waer, warga Kampung Mware, Distrik Mimika Timur dianiaya oleh oknum anggota Polsek Mimika Timur pada Minggu (1/1). Setelah dirawat beberapa hari di RSUD Mimika, korban meninggal dunia.

Victor mengatakan pelaku sudah ditahan dan dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan.

"Saya sudah perintahkan tim untuk mempercepat proses kasus ini. Jangan ditunda," kata Victor.

Polres Mimika juga berjanji untuk menafkahi isteri dan kedua anak dari korban.

"Isteri dan anak-anak almarhum menjadi anggota keluarga besar Polres Mimika. Saat acara-acara kepolisian maupun acara-acara besar lainnya, keluarga almarhum tetap akan diberi perhatian terus-menerus, siapapun yang nanti menjabat Kapolres Mimika," kata Victor yang pernah bertugas sebagai Waka Polres Malang itu.

Victor menambahkan jajarannya bertanggung jawab terhadap seluruh biaya mulai dari perawatan korban di RSUD Mimika hingga dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kamoro Jaya-SP 1 Timika beberapa hari lalu.

Bahkan secara pribadi, Victor Mackbon mengangkat putri bungsu almarhum Zakarias Waer sebagai anak asuhnya.

"Saya akan bertanggung jawab membiayai pendidikan anak ini sampai dia nanti bisa mandiri dan berkeluarga. Ini komitmen saya secara pribadi," ujar Victor.

Victor mengatakan kasus penganiayaan oleh oknum anggota Polsek Mimika Timur terhadap almarhum Zakarias Waer menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota Polres Mimika.

Setiap anggota Polri, katanya, harus dapat menempatkan diri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, bukan malah melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji yang mencelakai masyarakat.

"Kita mengambil hikmah dari masalah ini. Anggota Polres Mimika jauhi alkohol, apalagi mabuk-mabukan. Itu biang dari semua permasalahan yang terjadi di Kabupaten Mimika selama ini," ujarnya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga