Jumat, 18 Agustus 2017

Pernikahan dini di perairan Sembilang cukup tinggi

id nikah, pernikahan dini, tn sembilang, bidan desa, puskesmas, kesehatan masyarakat
Pernikahan dini di perairan Sembilang cukup tinggi
Perairan Dusun IV Sembilang Dangku Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Antarasumsel.com/Banu S/17/Ang)
....Ini penyebabnya akibat kurang informasi dan pengetahuan masyarakat di perairan ini serta jauhnya jarak tempuh....
Banyuasin (Antarasumsel.com) - Kesadaran masyarakat di kawasan perairan Dusun IV Sembilang Dangku Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan terhadap pernikahan usia dini masih rendah sehingga risiko kematian bayi dan Ibu melahirkan cukup tinggi.

"Ini penyebanya akibat kurang informasi dan pengetahuan masyarakat di perairan ini serta jauhnya jarak wilayah Dusun Sembilang Dangku. Masyarakat pun sulit berkonsultasi kesehatan bagi wanita hamil dengan petugas bidan desa khususnya mereka yang tinggal dipelosok atau jalur parit," kata Rokiyah, salah satu bidan desa setempat, Kamis.

Ia mengungkapkan masih banyaknya terjadi pernikahan dini diusia 15 tahun di wilayah ini berisiko tinggi bagi wanita untuk melahirkan karena masih terlalu muda, dan mereka pun rata-rata lulusan Sekolah Dasar (SD) saja," katanya.

Selama 15 tahun ia bertugas sebagai bidan desa persoalan pernikahan di bawah usia tahun kerap terjadi. Untuk menekan ancaman risiko kematian melahirkan usia muda membuat Puskesmas Pembantu Sungai Sembilang yang didukung tiga bidan desa, asisten bidan, dan satu mantri terus melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait risiko akibat pernikahan di bawah umur dan pentingnya menerapkan prilaku hidup sehat dan bersih.

Dalam kurun waktu 12 tahun tercatat angka kematian Ibu dan bayi di wilayah perairan dapat ditekan dan hanya terjadi dua kali persalinan. Persalinan pertama yang telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Palembang dari awal kehamilan si ibu memiliki riwayat penyakit. Ibu selamat namun bayinya meninggal .

Persalinan kedua juga terjadi Ibu selamat dan bayi meninggal disebabkan, karena Ibu tersebut kurang memeriksakan kesehatan kandunganya secara berkala, dan persalinanya dibantu oleh dukun beranak saat itu.

Sedangkan jika dilihat dari unsur pemenuhan asupan gizi makanan bagi masyarakat setempat dinilai sudah sangat baik dan terpenuhi. Karena mereka setiap hari bisa mendapatkan ikan segar untuk lauk-pauk.

Persoalan kesehatan yang mendasar yang membutuhkan dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin adalah memudahkan mengangkut pasien dan kunjungan bidan desa ke pelosok parit tempat warga bermukim karena dengan menyediakan transoprtasi laut.

Selain itu perlunya dukungan BPJS dan Askin untuk rujukan berobat dan mengedepankan layanan utama masyarakat. Target program sosialisasi dan penyuluhan bagi masyarakat juga harus terus dilakukan untuk menekan angka pernikahan di bawah usia produktif serta meminimalisir angka kematian Ibu melahirkan dan bayi, katanya.

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga