Rabu, 22 Februari 2017

Masyarakat perairan lakukan pernikahan dini masih tinggi

id perairan, masyarakat perairan
Masyarakat perairan lakukan pernikahan dini masih tinggi
Sebagian wilayah perairan (Foto antarasumsel.com/Edo Purmana)
Banyuasin (Antarasumsel.com) - Masyarakat perairan Dusun IV Sembilang Dangku Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan melakukan pernikahan di bawah usia dini masih tinggi, sehingga dampaknya terjadi potensi kematian ibu dan bayi.

Salah satu penyebab melakukan pernikahan usia dini itu adalah kurang informasi dan pengetahuan masyarakat yang tinggal di wilayah perairan, kata Rokiyah, bidan Desa Sembilang di Banyuasin, Kamis.

Di samping itu, kata dia, jauhnya jarak zona perairan wilayah Dusun Sembilang Dangku, memaksa masyarakat sulit untuk berkonsultasi kesehatan bagi wanita hamil dengan petugas Bidan Desa, khususnya warga tinggal di pelosok atau jalur parit.

Diungkapkan Rokiyah, masih banyak terjadi pernikahan dini usia 15 tahun di wilayah ini, menjadi resiko bagi wanita untuk melahirkan, karena masih terlalu muda dan rata-rata hanya tamatan Sekolah Dasar saja.

Ia mengaku, selama 15 tahun bertugas sebagai Bidan Desa persoalan pernikahan di bawah usia di wilayah perairan kerap terjadi.

"Untuk menekan ancaman resiko melahirkan usia muda tersebut, pihak Puskesmas Pembantu Sungai Sembilang yang didukung tiga Bidan Desa, Asisten Bidan dan satu Mantri terus melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat, terkait resiko pernikahan di bawah umur dan pentingnya menerapkan prilaku hidup sehat dan bersih," katanya.

Ia menjelaskan, dalam kurun waktu 12 tahun tercatat angka kematian ibu dan bayi di wilayah perairan ditekan dan hanya terjadi dua kali persalinan. Persalinan pertama yang telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Palembang dari awal kehamilan si ibu memiliki riwayat penyakit, ibu selamat dan bayinya yang meninggal.

"Persalinan kedua terjadi ibu selamat dan bayi meninggal disebabkan karena ibu tersebut kurang memeriksakan kesehatan kandunganya secara berkala, pasien termasuk enggan melakukan pemeriksaan saat hamil, persalinannya dibantu oleh dukun beranak saat itu.

Dilihat dari pemenuhan gizi makanan, bagi masyarakat perairan gizinya sudah sangat baik dan terpenuhi, karena mereka setiap hari bisa mendapatkan ikan segar untuk lauk-pauk.

Persoalan kesehatan yang mendasar yang membutuhkan dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk memudahkan mengangkut pasien dan kunjungan Bidan Desa ke pelosok parit tempat warga bermukim, dibutuhkan kapal motor untuk transoprtasi laut, karena wilayahnya adalah perairan.

"Selain hal tersebut, dukungan BPJS dan Askin untuk rujukan berobat menjadi layanan utama yang dikedepankan untuk masyarakat, sehingga program sosialisasi dan penyuluhan bagi masyarakat terus dilakukan untuk menekan angka pernikahan di bawah usia produktif serta memperkecil angka kematian ibu dan bayi terus dilakukan," katanya.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga