Minggu, 20 Agustus 2017

Warga Sungai Sembilang krisis air bersih

id air, kesulitan air, warga sungai sembilang
Warga Sungai Sembilang krisis air bersih
Warga Dusun IV Sungai Sembilang Kabupaten Banyuasin krisis air bersih (Foto antarasumsel.com/Banu S/Parni)
Banyuasin (Antarasumsel.com) - Warga yang tinggal di kawasan perairan  Dusun IV Sungai Sembilang Kecamatan Sungsang Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan rumah tangga.

Pemukiman warga di wilayah perairan Sungai Sembilang di kawasan Nasional Sembilang Dangku  itu tidak bisa mendapatkan air bersih, karena air tanah di sini juga mengandung rasa asin, kata Iwan warga Dusun IV Sungai Sembilang, Sabtu.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih digunakan memasak warga terpaksa membeli air mineral dengan harga Rp15 ribu/galon. 

Sementara, untuk memenuhi kebutuhan  mencuci, mandi dan lainya warga menggunakan air hujan yang ditampung dalam derigen dan bak air.

Menyikapi kondisi sulitnya mendapatakan air bersih ini menjadi ancaman bagi masyarakat dalam membiasakan diri untuk berprilaku hidup sehat, kata Rokiyah Kepala Puskesmas Dusun IV Sembilang Dangku.

"Kebutuhan air bersih warga di kawasan perairan Sungai Sembilang belum bisa terpenuhi, karena tidak ada pengelolaan air bersih dari Pemerintah, mungkin lantaran berada di kawasan Taman Nasional Sembilang, jadi tidak ada infrastruktur yang dibangun," katanya.

Bukan hanya persoalan air bersih, untuk penerangan di sini menggunakan listrik swadaya warga. 

Listrik tenaga diesel tersebut dikelola oleh warga di Dusun IV ini yang berjumlah 470 kepala keluarga.

Kepala Dusun IV Sungai Sembilang, Yunan Alwi berharap kebutuhan air bersih dan listrik warganya bisa difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

"Untuk pengelolaan air bersih kita meminta dibuatkan pengelolaan air jernih yang bisa dikonsumsi. Total warga yang menetap di sini berjumlah 1.400 jiwa dan sudah menetap puluhan tahun secara turun-temurun," katanya.

Begitu juga untuk kebutuhan listrik jika memungkinkan akan meminta dibantu pengadaan listrik tenaga matahari yang ramah lingkungan dan tidak membutuhkan jaringan kabel.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga