Kamis, 27 Juli 2017

Dokter: cabut gigi wajib perhatikan kondisi pasien

id gigi, cabut gigi, cabut gigi di puskesmas
Dokter: cabut gigi wajib perhatikan kondisi pasien
Dokter sarankan mencabut gigi anak harus memperhatikan kondisi kesehatan gigi pasien (Foto: antarasumsel.com/Banu)
Banyuasin (Antarasumsel.com) - Mencabut gigi harus memperhatikan  parameter dari pasien menurut usia, keadaan gigi seperti goyang harus dicabut atau gigi permanen tumbuh di bawah gigi yang harus dicabut, selain gigi goyang karena terjatuh atau lainnya.

"Pada jenis  gigi bertumpuk setelah permanen tumbuh juga harus dicabut.
Begitu juga gigi geraham pada saat anak usia enam tahun pertama berganti. Biasanya untuk pertumbuhan gigi seri bawah pertama usia anak 6-8 tahun tidak tumbuh, harus dicari sebabnya serta dibawa ke dokter," kata dokter gigi Puskesmas Desa Kenten, Dika Fitria di Palembang, Selasa.

Dijelaskannya, pertumbuhan siklus gigi bagian atas terjadi pada usia anak delapan tahun. Untuk gigi graham kecil tumbuh pada usia 9-10 tahun.

Selanjutnya, gigi seri bagian atas maksimal sampai usia delapan tahum biasanya susah tumbuh sempurna.

Biasanya pada anak usia 9 -10 tahun gigi graham kedua  bersama dengan gigi taring akan tumbuh, hingga gigi graham ke tiga paling ujung.

"Gigi geraham kedua dan gigi taring tumbuh pasca anak usia 11-13 tahun, kemudian geraham ketiga  tumbuh pada usia 20-25 tahun. Tetapi jika posisi gigi yang kurang tempat di rahangnya biasanya sulit tumbuh dan perlu di cabut," katanya.

Menurut dia, menjaga kesehatan gigi itu bukan tergantung berapa kali menyikat gigi, tetapi yang lebih efektif dalam membersihkan yaitu setelah makan dan sebelum tidur, karena akan terjadi proses perkembangan bakteri lebih aktif.

"Saat tidur bakteri berkembang biak dan banyak. Mulut manusia dari bayi hingga dewasa ada bakteri. Jumlah bakteri berbahaya saat melebihi batas normal di mulut bisa menjadi ancaman bagi kesehatan gigi juga tubuh," kata dr Dika.

"Pada awalnya sulit membujuk anak saya untuk mencabut gigi ke Puskemas. Hari ini anaknya tidak sekolah dan harus dibujuk untuk mau memeriksakan gigi depannya yang hampir tanggal," kata Yeti (38) warga Kenten yang tengah memeriksakan kesehatan gigi anaknya.

Sementara Deby (8) anak Yeti, mengaku pada awalnya takut ke dokter gigi, setelah bertemu dan duduk di kursi periksa gigi sempat ketakutan.

Namun, setelah beberapa saat kemudian giginya yang hampir tanggal telah dicabut oleh dokter gigi tanpa rasa sakit, katanya.

Ternyata mencabut gigi tidak terasa sakit jika ke dokter, kata Deby sambil tersenyum.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga