Rabu, 20 September 2017

Puluhan ternak ayam warga mati mendadak

id ayam, ayam warga mati mendadak
Puluhan ternak ayam warga mati mendadak
Puluhan ekor ayam peternak mati mendadak (Antarasumsel.com/Edo Purmana/17)
Baturaja (Antarasumsel.com) - Puluhan ternak ayam warga Desa Karya Mukti, Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, sejak beberapa hari terakhir diketahui mati mendadak.

Terkait dengan banyak ternak ayam warga yang mati itu, pihak instansi terkait segera menurunkan tim untuk mengecek apa penyebab kematian unggas tersebut, kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Ogan Komering Ulu (OKU), Susi Meyliati, di Baturaja, Selasa.

Ia mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari masyarakat perihal adanya kejadian tersebut dan rencananya tim kesehatan hewan akan segera diturunkan ke lokasi kejadian.

Menurut dia, tim kesehatan akan diturunkan ke lokasi rencananya ditugaskan mengambil sample ayam yang mati itu untuk dibawa ke laboratorium di Palembang.

"Awalnya ayam yang mati mendadak itu hanya milik satu orang warga, namun sekarang sudah menyebar ke kandang ayam warga lainnya," ungkap Susi.

Selain itu lanjut dia, tim kesehatan hewan diturunkan juga akan melakukan penguburan terhadap seluruh bangkai ayam yang ada di Desa Karya Mukti agar penyakit diderita unggas itu tidak menular ke hewan lainnya.

"Saya belum tahu berapa ekor ayam yang sudah mati, karena dokter hewan akan kita tugaskan belum ke lokasi kejadian," tegasnya.

Ia menduga, jika berdasarkan laporan warga mengenai ciri-ciri ayam yang mati mendadak tersebut kuat dugaan penyakit tetelo, karena dari mulut ayam keluar busa merupakan ciri-ciri utama penyakit tersebut.

"Namun untuk pastinya kita tunggu hasil uji laboratorium," katanya.

Mengenai wabah virus antrax yang saat ini sudah menelan korban jiwa, khususnya di Pulau Jawa, Susi mengaku, hal itu tidak terjadi di Sumatera Selatan, karena seluruh kabupaten/kota di Sumsel saat ini dinyatakan bebas dari virus antrax atau sapi gila.

"Setiap sapi yang masuk dari provinsi tetangga selalu diperiksa kesehatannya secara ketat oleh instansi terkait, sehingga tidak ada yang tak aman untuk dikonsumsi. Begitu juga dengan sapi peliharaan peternak Sumsel selalu diperiksa kesehatannya secara rutin," kata Susi Meyliati.

Ia menambahkan, khusus di OKU sendiri populasi sapi selama 2016 tercatat mencapai 8.000 ekor dan sampai hari ini tidak ada satupun yang terinveksi virus antrax serta dinyatakan aman untuk dikonsumsi. 

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga