Sabtu, 21 Oktober 2017

Wali Kota Padang minta tidak rayakan Valentine

id valentine, Mahyeldi Ansharullah, hari kasih sayang, hari spesial, budaya luar negeri, agama
Wali Kota Padang minta tidak rayakan Valentine
Ilustrasi (ANTARA)
....Sudah seharusnya ujar dia masyarakat mampu menyaring budaya yang datang dari luar dan tidak sesuai ketentuan adat dan budaya di daerahnya....
Padang (Antarasumsel.com) - Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah meminta kepada warganya untuk tidak ikut-ikutan merayakan hari valentine atau hari kasih sayang pada 14 Februari.

"Tidak ada yang spesial di hari ini, jika itu kasih sayang bisa dilakukan setiap hari dengan cara-cara wajar," katanya, di Padang, Selasa.

Dia mengatakan hari kasih sayang atau valentine itu bukan bagian dari budaya Indonesia khususnya Minang yang berdasarkan norma dan agama.

Disamping itu bila menggunakan logika, hari kasih sayang seharusnya diperingati setiap hari, tentu dengan pasangan yang muhrimnya.

"Bila masih ada yang berani merayakannya terlebih mengganggu ketertiban umum kami akan tindak tegas," katanya.

Dalam hal ini dia telah memerintahkan satuan polisi pamong praja untuk mengawasi dan tidak segan menindak warga yang merayakan valentine khususnya yang melanggar aturan.

"Sebelum itu terjadi saat ini kami masih mengajak orang tua dan warga lainnya untuk mengingatkan generasi muda agar tidak merayakan valentine," kata dia.

Sudah seharusnya ujar dia masyarakat mampu menyaring budaya yang datang dari luar dan tidak sesuai ketentuan adat dan budaya di daerahnya.

"Lebih baik melakukan yang bermanfaat seperti bekerja, ketimbang bermain dan merayakan valentine," kata dia.

Sementara itu salah satu tokoh masyarakat di Lubuk Kilangan Ade mengatakan saat ini banyak anak muda yang mudah terpengaruh oleh budaya luar dan kemudian ikut-ikutan.

Dia mengatakan perayaan seperti hallowen, valentine lebih baik segera ditegaskan oleh pemerintah tentang larangannya.

"Bila dilihat perayaan tersebut tidak berdasarkan agama atau budaya, namun bisa lebih buruk dampaknya bila dikenalkan pada anak muda Indonesia," ujar dia.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga