Selasa, 17 Oktober 2017

Tol Palindra selesaikan konstruksi fisik 75 Persen

id tol palindra
Tol Palindra selesaikan konstruksi fisik 75 Persen
Ilustrasi---Foto udara pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra ruas Palembang Indralaya (Palindra) Seksi I Palembang-Pemulutan di Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (12/5). (Foto Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/16/den)
Palembang (Antarasumsel.com) - Jalan Tol Palembang-Inderalaya (Palindra), Sumatera Selatan untuk ruas seksi I Palembang-Pemulutan sejauh 7 kilometer telah menyelesaikan konstruksi fisik 74,99 persen per 15 Februari 2017.

General Manajer PT Hutama Karya (Persero) Moh Rizal Sutjipto di Palembang, Rabu mengatakan dengan realisasi tersebut perusahaan optimistis ruas jalan Palembang-Pemulutan dapat beroperasi pada Lebaran 2017.

"Sesuai instruksi presiden, diharapkan sedapat mungkin Tol Palindra dibuka untuk membantu kelancaran arus mudik pada tahun ini," kata Hasan.

Saat ini, untuk ruas jalan Palembang-Pemulutan telah memasuki tahap pengerasan untuk kemudian dilanjutkan pada pengaspalan supaya mencapai ketebalan 22 cm.

Ruas jalan ini akan dipadatkan agar tidak mudah amblas, jika pun turun masih dapat ditolerasi yakni hanya 1-2 cm.

Untuk ruas jalan Palembang-Pemulutan ditargetkan bisa beroperasi pada Mei 2017 dan untuk ruas jalan Pemulutan hingga ke Desa Talang Pangeran Hilir (seksi 2) masih diupayakan.

Ruas jalan tol Palindra yang terdiri dari tiga seksi hingga kini masih terganjal pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Dari tiga seksi itu, hanya seksi 1 yang sudah tuntas, sedangkan seksi 2 masih terganjal 50 bidang tanah, dan seksi 3 terganjal 12 bidang.

Hutama Karya sebagai BUMN yang dipercaya oleh pemerintah untuk mengerjakan proyek jalan tol Trans Sumatera sejauh 644 km ini terus mendorong agar pembebasan lahan ini segera dituntaskan mengingat pemprov telah menjanjikan rampung pada Desember 2016.

Lantaran molor dari jadwal, pekerjaan kontruksi baru tercapai 45,99 persen.

Bukan hanya itu saja, HK juga menanggung pembengkakan biaya operasional yang tidak sedikit lantaran selisih progres hingga lebih dari 25 persen.

"Mengapa kami terus mendorong, bukan hanya persoalan biaya operasional perusahaan tapi karena ini juga berkaitan dengan Asian Games XVIII tahun 2018," kata dia.

Berdasarkan progres terakhir pengerjaan kontruksi untuk ruas Palembang-Pemulutan sebesar 74,99 persen, Pemulutan-Desa Talang Pangeran Hilir 1,56 persen dan Desa Talang Pangeran Hilir-Inderalaya 48,76 persen.

Pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla membangun jalan tol Trans Sumatera yang membentang dari Aceh hingga Lampung untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di Sumatera yang selama ini tertinggal dibandingkan Jawa.

Editor: Dolly Rosana

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga