Selasa, 22 Agustus 2017

Pertama kali Presiden Jokowi jemput tamu di bandara

id Presiden, Joko Widodo, tamu negara, Bandara, Istana Kepresidenan, Istana Merdeka, Istana Bogor, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud
Pertama kali Presiden Jokowi jemput tamu di bandara
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
...."Kenapa ini dilakukan, karena ketika berkunjung ke Arab Saudi, Presiden Jokowi dijemput di pintu pesawat oleh Raja Salman," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung....
Jakarta (Antarasumsel.com) - Untuk pertama kalinya Presiden Joko Widodo akan menjemput langsung tamu negara di Bandara, yang biasanya cukup dilakukan di Istana Kepresidenan, baik itu di Istana Merdeka maupun di Istana Bogor.

Sejarah pertama saat kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud pada 1 Maret 2017, di mana Presiden Jokowi akan langsung menjemput di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

"Kenapa ini dilakukan, karena ketika berkunjung ke Arab Saudi, Presiden Jokowi dijemput di pintu pesawat oleh Raja Salman," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung ketika konferensi pers pada Selasa (21/2).

Menurut Pramono, Presiden Jokowi langsung menjemput ke bandara ini untuk menunjukkan hubungan Indonesia dan Arab Saudi  yang sangat dekat, sangat erat dan sangat akrab.

"Kunjungan Raja Salman ke Indonesia ini sungguh akan merupakan kunjungan kehormatan bagi bangsa Indonesia dan juga sekaligus menunjukkan keakraban, keeratan antara pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi," kata Pramono.

Dalam kunjungannya ini, Raja Salman akan membawa rombongan yang besar, sekitar 1.500 orang, dan akan melakukan kunjungan kenegaraan selama sembilan hari, yakni 1-9 Maret 2017, di mana 1-3 Maret sebagai kunjungan kenegaraan dan 4-9 Maret berlibur di Bali.

"Kunjungan ini membawa rombongan terbesar kurang lebih 1.500 orang, 10 menteri, 25 pangeran," kata Pramono.

Dia juga mengungkapkan bahwa kunjungan Raja Saudi ini sangat bersejarah bagi Indonesia karena kunjungan Raja Arab Saudi terakhir kali ke Indonesia dilakukan pada 1970 atau 47 tahun lalu.

Indonesia dan Arab Saudi akan melakukan penandatanganan kesepakatan, di antaranya penandatanganan investasi perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, dengan Pertamina untuk pembangunan kilang minyak di Cilacap dengan nilai 6 miliar dolar AS.

Selain itu, juga akan ada project lain yang akan ditandatangani, kurang lebih sebesar 1 miliar dolar AS dan project-project lainnya.

Pramono mengungapkan bahwa Presiden berharap investasi Arab Saudi ini secara keseluruhan dapat sampai dengan 25 miliar dolar AS.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan peningkatan kerja sama ekonomi menjadi agenda utama kunjungan Raja Salman beserta delegasinya ke Indonesia.

"Kerja sama ekonomi menjadi agenda utama Raja Salman beserta delegasi ke Indonesia. Akan banyak, tapi akan saya simpan dulu sampai Raja hadir," kata Menteri Retno usai menghadiri Raker Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (22/2).

Sedangkan Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir menambahkan kunjungan Raja Salman terkait dengan realisasi penambahan kuota haji serta pelindungan WNI baik yang bermukim maupun saat menunaikan ibadah haji dan umrah.

AM fachir berharap kedatangan Raja Salman dan rombongannya yang juga akan berlibur ke Bali selama enam hari akan menjadi promosi tersendiri bagi sektor pariwisata sehingga akan memperbanyak turis-turis dari negara-negara Timur Tengah (Middle East) akan datang ke Indonesia.

"Tentu saja jangan dilihat bahwa kemudian liburan ke Bali itu sesuatu, (tapi lihat) itu (sebagai) promosi luar biasa. Bayangkan, Indonesia menjadi rangkaian kegiatan kunjungan Raja Saudi ke Asia dan Indonesia paling lama," kata Fachir saat mendampingi Pramono Anung konferensi pers, Selasa (21/2).

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap rencana liburan Raja Salman ke Bali akan semakin membuat destinasi Pulau Dewata itu 'naik daun'.

Pamor dan popularitas Bali diyakini langsung menanjak tajam, karena kedatangan tokoh dunia yang sangat berpengaruh seperti Raja Salman dan merupakan promosi yang luar biasa efektif.

Menteri bahkan mengucapkan selamat datang di Indonesia bagi Raja Arab Saudi.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga