Minggu, 26 Maret 2017

Pengelola benahi hutan wisata Punti Kayu Palembang

id punti kayu, hutan kota, replika mini objek wisata, candi Borobudur, Menara Eiffel, Piramid Mesir
Pengelola benahi hutan wisata Punti Kayu Palembang
Pengunjung kawasan wisata alam Punti Kayu Palembang.(Antarasumsel.com/Aziz Munajar/17)
Palembang (Antarasumsel.com) - Pengelola Hutan Wisata Punti Kayu Palembang, Sumatera Selatan terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan sarana dan prasarana serta memperindah objek wisata alam yang berlokasi di tengah kota pempek ini.

"Pembenahan terus dilakukan agar menambah daya tarik bagi masyarakat serta wisatawan nusantara dan mancanegara berkunjung ke objek wisata alam ini," kata pengelola Hutan Wisata Punti Kayu, Tony, di Palembang, Sabtu.

Dia menjelaskan, objek wisata alam ini cukup diminati masyarakat dan wisatawan, terutama pada momentum tertentu seperti liburan sekolah, hari besar keagamaan, dan akhir pekan jumlah pengunjung membludak bisa mencapai ribuan orang.

"Hutan wisata ini menjadi salah satu tempat wisata favorit warga di sini maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Palembang. Ribuan pasangan remaja, anak-anak didampingi para orang tua mereka, dan sejumlah rombongan dari berbagai daerah biasanya memanfaatkan momentum liburan untuk berekreasi di Punti Kayu ini," ujarnya lagi.

Pengunjung objek wisata alam tersebut bisa berkeliling menikmati suasana hutan pinus dan aneka satwa, serta melakukan berbagai kegiatan hiburan dan makan bersama.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati replika mini objek wisata yang terkenal di dunia, seperti Candi Borobudur, Menara Eiffel, Piramid Mesir, dan Menara Pisa,

Pembenahan dan penambahan fasilitas pendukung wisata serta perawatan tanaman dan aneka satwa yang dilakukan, diharapkan para pengunjung dapat lebih nyaman dan benar-benar terhibur di dalam hutan wisata Punti Kayu, katanya lagi.

Menurut dia, untuk melakukan pembenahan membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga pihaknya tidak akan membebani pengunjung dengan menetapkan biaya masuk yang tinggi.

Biaya masuk ke objek wisata itu ditetapkan tarif untuk masyarakat umum Rp10.000 per orang, sedangkan pengunjung yang membawa mobil pribadi dan ingin menggunakan berkeliling di dalam area hutan wisata alam itu bisa menambah tiket masuk kendaraan Rp10.000 per unit, sedangkan pengguna sepeda motor dikenakan tambahan Rp7.500 ujar Tony lagi.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga