Nainggolan tampil Gemilang saat Roma kalahkan Inter

id Radja Nainggolan, AS Roma, menang, markas, Inter Milan, pemuncak klasemen, Liga Italia, Juventus
Nainggolan tampil Gemilang saat Roma kalahkan Inter
Radja Nainggolan (right) Merayakan golnya bersama pemain AS roma (Antarasumsel.com/Reuters)
Milan (Antara/Reuters) - Dua gol luar biasa dari gelandang Radja Nainggolan memimpin AS Roma menang 3-1 di markas Inter Milan pada Minggu, ketika mereka meneruskan pengejarannya terhadap pemuncak klasemen Liga Italia Juventus.

Pemain Belgia itu melengkungkan bola untuk menjadi gol pertamanya dari tepi kotak penalti pada awal babak pertama, dan kembali mencetak gol dengan lajunya dari garis tengah lapangan pada menit ke-56.

Pada pertandingan yang dimainkan lebih awal, penalti kontroversial yang dibukukan Carlos Bacca membawa AC Milan menang 1-0 di markas Sassuolo, ketika tim yang kalah berargumen bahwa gol itu semestinya tidak disahkan bahwa sang penyerang Kolombia menyentuh bola sebanyak dua kali.

Kemenangan tim peringkat kedua Roma membawa mereka mengumpulkan 59 angka, tertinggal tujuh angka dari Juventus yang menang 2-0 atas Empoli pada Sabtu, dan membuat Inter tertahan di peringkat keenam dengan 48 angka, unggul satu angka dari Milan.

Napoli mengoleksi 54 angka, tertinggal lima angka dari Roma, di peringkat ketiga setelah kekalahan 0-2 dari Atalanta, yang menghuni peringkat keempat dengan 51 angka, pada Sabtu.

Nainggolan menjadi sosok pendorong di balik laju delapan kemenangan Roma dari sepuluh pertandingan liga, dan ia memberikan demonstrasi lain terhadap kekuatan dan kemampuannya di San Siro.

Ia membuka gol pada menit ke-12 ketika ia bergerak memotong dari pengawalnya, dan menaklukkan Samir Handanovic dengan tembakan yang melengkung dan masuk ke gawang.

Inter mencoba menekan Roma untuk sebagian besar babak pertama namun, seperti saat mereka berusaha untuk menyamakan kedudukan, Nainggolan kembali mencetak gol ketika ia mendapatkan bola di area pertahanannya, merangsek ke depan dan mencetak gol dari tepi kotak penalti.

Mauro Icardi memperkecil ketertinggalan Inter saat pertandingan tinggal menyisakan sembilan menit, namun tuan rumah lengah pada serangan balik ketika Gary Medel menjatuhkan Edin Dzeko dari belakang, membuat Diego Perotti dapat mengemas gol melalui penalti.

Sassuolo dibuat geram setelah penalti tidak biasa Bacca pada menit ke-22. Bacca mengirim bola ke sudut gawang namun tergelincir ketika ia mengambil tendangan, di mana tayangan ulang mengindikasikan hal itu, maka dengan melakukannya, ia mungkin telah menyentuh bola sebanyak dua kali.

Sassuolo, yang gagal memaksimalkan penalti mereka sendiri beberapa menit sebelumnya ketika Domenico Berardi melepaskan tembakan melebar, segera mengerubungi wasit namun protes mereka tidak berbuah hasil.

Sassuolo memiliki dua permohonan penalti yang ditolak pada babak kedua, dan juga kembali gagal memanfaatkan peluang ketika kiper Gianluigi Donnarumma, yang merayakan ulang tahun ke-18nya, melakukan penyelamatan bagus untuk menggagalkan tembakan Berardi.

"Terlalu banyak keputusan yang merugikan tim saya," kata pelatih Sassuolo Eusebio Di Francesco. "Anda perlu untuk kompeten untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Jika saya melakukannya dengan buruk, saya perlu dipulangkan. Kami bekerja setiap hari untuk memberikan penampilan bagus, dan kami melihatnya hancur seperti ini."
Pelatih Milan Vincenzo Montella mengatakan timnya beruntung.

"Ada terlalu banyak insiden tegas pada hari ini dan sebagian menguntungkan kami, namun kembali mereka tidak dapat selalu merugikan kami," ucapnya. "Jika Anda ingin mengikuti peraturan-peraturan di surat, maka dua pemain Sassuolo melanggar batas area."
Ciro Immobile menggonversi penalti pada babak kedua, yang dihadiahkan karena "handball" Ali Adnan, untuk membawa tim peringkat kelima Lazio menang 1-0 atas tamunya Udinese. (H-RF)

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga