Selasa, 27 Juni 2017

Dua Pelukis tersohor pameran di Secret garden

id lukisan, Djunaidi Kenyut, Youliz Mbix, pameran seni lukis, March in Art, Secret Garden Village, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali
Dua Pelukis tersohor pameran di Secret garden
Ilustrasi. (ANTARA)
Denpasar (Antarasumsel.com) -  Dua pelukis tersohor, Djunaidi Kenyut dan Youliz Mbix menyelenggarakan pameran seni lukis bertema "March in Art" di Secret Garden Village, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, selama sebulan hingga 31 Maret 2016.

Direktur Kreatif Secret Garden Eugsie Kwan di Tabanan, Bali, Minggu, mengatakan kegiatan seni dan budaya tersebut secara berkelanjutan diselenggarakan di kawasan objek wisata tersebut dalam upaya memberikan suguhan kepada wisatawan.

"Setiap bulannya di kawasan ini penampilkan atraksi berbagai seni dan budaya yang bisa dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung di objek wisata itu," ujarnya.

Ia mengatakan lokasi ini juga sebagai upaya memberi ruang kepada para seniman untuk berekspresi untuk menampilkan karya seni dan budayanya, sehingga semakin luas dikenal wisatawan.

"Ajang March in Art' menjadi sarana pendidikan terhadap seni yang bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, termasuk juga wisatawan yang berkunjung ke Secret Garden," ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia pada kegiatan tersebut juga ditampilkan lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak kategori pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar yang dikemas dalam "fun activity".

"Lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak tersebut akan dinilai dewan juri, dan pemenangnya akan mendapatkan hadiah berupa tabungan jutaan rupiah," kata Kwan didampingi Grammy M.A. Setiawan selaku Event & Wedding Manager Secret Garden.

Ia mengatakan untuk lomba menggambar dan mewarnai tersebut diselenggarakan hari Minggu (5/3). Pesertanya melibatkan anak-anak di sekitar kawasan objek wisata itu. Jadi di objek wisata ini, para pengunjung selain dapat menikmati pemandangan alam, juga disajikan proses mengolah bahan-bahan alami (natural) untuk dijadikan kosmetik herbal.

Grammy Setiawan menambahkan dalam ajang "March in Art" tersebut dipamerkan sedikitnya 53 lukisan dengan berbagai objek, seperti lukisan manusia, binatang dan lainnya.

"Jadi kedatangan para pelancong tersebut dibuat memiliki kesan dan menjadi kenangan ketika mereka balik ke daerahnya. Selain pameran juga digelar pementasan musik dari musisi lokal dan internasional," ucapnya.

Selain itu, kata dia juga dilakukan demo mengukir buah (fruit carving) oleh para seniman ukir. Jadi di sini mereka mampu berekspresi dalam mengukir buah yang nantinya dijadikan sebagai hiasan (dekorasi) penyajian menu makanan.

"Untuk 'live music' biasanya digelar setiap hari Minggu, dan bazar kerajinan tangan setiap hari Jumat hingga Minggu. Kesempatan ini sepenuhnya untuk pengunjung objek wisata tersebut," katanya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga