Sabtu, 23 September 2017

Distribusi buku BOS ke sejumlah sekolah macet

id buku, Distribusi buku bos, Bantuan Operasional Sekolah, terkendala, Atmadinata, siswa, buku pelajaran, terpaksa beli
Distribusi buku BOS ke sejumlah sekolah macet
Ilustrasi Buku Bahasa Indonesia (ANTARA FOTO/Joko Sulistyo)
Tanjungpinang (Antarasumsel.com) - Distribusi buku Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke sejumlah sekolah macet, kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Atmadinata.

"Ada sekolah yang belum mendapatkan buku BOS sehingga pihak sekolah terpaksa menawarkan kepada para siswa untuk membeli buku pelajaran yang dibutuhkan untuk menunjang proses belajar-mengajar," tambahnya, yang dihubungi Antara di Tanjungpinang, Senin.

Atma menjelaskan setiap siswa membutuhkan buku pelajaran sekolah agar dapat dipelajari di sekolah bersama para guru, dan dipelajari di rumah. Jika sudah ada buku BOS, pihak sekolah dapat menambah buku lainnya sesuai standar pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan para siswa.

Namun ia mengingatkan buku-buku yang dibeli para siswa harus sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Pendidikan. Buku pelajaran sekolah yang diterbitkan penerbit yang ditetapkan pihak kementerian terkait tentunya sudah diperiksa secara intensif sehingga tidak mengandung pornografi, kekerasan dan menyudutkan suku, ras dan agama.

"Kalau tidak ada buku pelajaran tentu siswa sulit belajar. Ada buku saja masih sulit tingkatkan ilmu pengetahuan, apalagi tanpa buku pelajaran," ujarnya.

Dia mengingatkan pihak sekolah yang sudah menerima buku BOS atau belum mendapatkan buku BOS menjual buku referensi pelajaran sekolah yang ditetapkan Kementerian Pendidikan menjual buku sesuai harga eceran tertinggi.

"Silahkan diawasi bersama, tanyakan kepada setiap sekolah yang menjual buku, berapa harga buku yang dijual, dan siapa penerbitnya," ujarnya.

Guru juga tidak diperbolehkan memaksa para siswa untuk membeli buku pelajaran sekolah. Guru hanya diperkenankan menyampaikan kepada para siswa agar menggunakan buku-buku pelajaran sekolah untuk meningkatkan prestasi pendidikan.

"Guru hanya menyampaikan pesan kepada para siswa buku-buku yang dapat menjadi referensi pelajaran sekolah untuk memperkaya ilmu pengetahuan. Jangan sekali-kali memaksa siswa untuk membeli buku, karena itu dilarang," katanya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga