Jumat, 28 April 2017

Rupiah bergerak melamah Rp13.337 saat pembukaan

id Rupiah, Nilai tukar, itransaksikan antarbank, di posisi, Kepala Riset Monex Investindo Futures, Biro Investigasi Federal,
Rupiah bergerak melamah Rp13.337 saat pembukaan
Pekerja menyusun uang rupiah di cash center, Jakarta (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/ama/)
Jakarta (Antarasumsel.com) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi bergerak melemah sebesar 21 poin menjadi Rp13.337, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.316 per dolar AS.

"Mata uang dolar AS naik, secara umum potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS (Fed Fund Rate) masih tinggi sehingga mepoang mata uang Amerika Serikat," kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Rabu.

Kendati demikian, lanjut Rangga Cipta, penguatan mata uang dolar AS itu relatif terbatas seiring dengan defisit neraca perdagangan Amerika Serikat yang melebar menyusul naiknya impor minyak. Defisit neraca perdagangan AS melebar ke 48,5 miliar dolar AS dari 44,3 miliar dolar AS pada Januari 2017.

Dari dalam negeri, ia mengatakan bahwa sentimennya cukup positif sehingga fluktuasi mata uang rupiah relatif masih terjaga. Sentimen positif datang dari cadangan devisa Indonesia yag naik serta perbaikan outlook peringkat utang dari lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR).

"Sentimen positif di pasar surat utang negara (SUN) yang terus muncul juga turut akan menjaga kestabilan rupiah," katanya.

JCR memperbaiki Outlook Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari Stabil menjadi Positif, sekaligus mengafirmasi peringkat pada BBB- (triple B minus) atau "Investment Grade".

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa laju dolar AS yang masih dalam tren penguatan di pasar gloabl menahan laju mata uang rupiah untk kembali bergerak di area positif.

"Kami harapkan imbas dari kenaikan cadangan devisa dan potensi kenaikan peringkat Indonesia dan komitmen kerja sama Indonesia dengan sejumlah negara dapat berimbas positif pada pergerakan laju rupiah," katanya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga