Selasa, 30 Mei 2017

Sinar Mas pasang kamera thermal di OKI

id perkebunan akasia, karhutla, kebakaran hutan, ogan komering ilir, sinar mas, sinar mas pasang kamera, perkebunan hti
Sinar Mas pasang kamera thermal di OKI
Kamera Termal Pendeteksi Karhutla Foto udara menara termal (kanan). (Antarasumsel.com/Nova Wahyudi)
Kayuagung, Sumsel (Antarasumsel.com) - Sinar Mas memasang dua kamera thermal berteknologi tinggi yang masing-masing seharga Rp1,3 miliar di Distrik Simpang Tiga dan Distrik Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Pemasangan dua kamera thermal itu untuk upaya deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) areal konsensi perkebunan akasia, kata Manager Fire Management APP Sinar Mas Sujica Lusaka dalam siaran persnya diterima Antara dari Air Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis.

Ia menjelaskan, penggunaan kamera thermal ini menjadi yang pertama di Indonesia untuk perusahaan perkebunan, karena selama ini hanya digunakan sektor pertambangan.

"Kamera sudah dipasang sejak Januari 2017, dan saat ini alat terus memberikan laporan ke pusat komando kebakaran hutan dan lahan Situation Room di kompleks pabrik OKI Pulp dan kantor pusat di Jakarta," kata Sujica disela-sela pemantauan kesiapan perusahaan dalam penanganan karhutla 2017.

Ia mengatakan, kamera thermal ini dapat memberikan data akurat berupa angka dan sekaligus visual berupa gambar secara realtime.

Dengan begitu, para pengambil keputusan di Situation Room dapat memastikan keberadaan titik api beserta tingkat kerawanannya sehingga perusahaan dapat merespon dengan cepat setiap temuan di lapangan.

"Kamera ini sudah bisa menginformasikan adanya titik api dengan ukuran 2 meter persegi dalam radius 10 kilometer. Sehingga setelah terpantau di layar Situation Room, maka tim pemadam diharapkan dapat berada di lokasi kurang dari dua jam," kata dia.

Kondisi ini sangat berbeda dengan sistem sebelumnya yang hanya mengandalkan data satelit dan pantauan pandangan mata dari tower 70 meter.

"Dengan kamera ini, bukan hanya titik apinya yang diketahui tapi juga suhu di lokasi sehingga bisa memberikan peringatan dini," kata dia.

Meski telah mengaktifkan alat berteknologi tinggi untuk mendapatkan data akurat, Sinarmas masih menambah lagi dengan menyewa mini satelit asal Amerika.

Penyewaan ini untuk menutupi kelemahan dari kamera thermal yang terbatas jelajahnya yakni hanya 10 km.

"Mini Satelit ini bisa menampilkan visual untuk seluruh areal konsesi karena mengitari bumi, tapi kelemahannya yakni data baru diterima pada tiga jam kemudian. Berbeda dengan kamera thermal yang sifatnya realtime," kata dia.

Oleh karena itu, untuk memaksimalkan upaya pencegahan karhutla ini Sinarmas berencana menambah lagi kamera thermal di beberapa lokasi yang secara histori rawan. Sementara ini, selain dua unit di OKI, perusahaan juga memasang dua unit lagi di dekat areal konsesi Riau.

Pada 2017, Sinar Mas menerapkan sistem manajemen penanggulangan terpadu kebakaran hutan dan lahan yang mengoptimalkan seluruh aset, mulai dari peralatan, regu pemadam kebakaran perusahaan, masyarakat hingga Desa Mamkur Peduli Api.

Khusus Desa Makmur Peduli Api, perusahaan memberikan pendampingan ke masyarakat untuk berbagai kegiatan berbasis agro.

Pendampingan ini diharapkan menekan potensi pembakaran lahan oleh masyarakat untuk berbagai alasan.

"Jika merujuk historinya, api umumnya berasal dari luar konsesi. Untuk itu, perusahaan sudah menetapkan bahwa 5 km di luar area perusahaan masih masuk penjagaan," kata dia.

Provinsi ini menarik perhatian dunia internasional pada 2015 karena terjadi kebakaran hutan dan lahan yang hebat dengan menghanguskan 736.563 hektare.

Pada 2016, Sumsel berhasil menekan karhutla hingga 99,87 persen jika dibandingkan 2015 karena menerapkan manajemen pendeteksian dini dan pengaruh iklim kemarau basah.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga