Rabu, 20 September 2017

Sampah plastik kotori laut Batam

id sampah, plastik, botol bekas, Dinas Lingkungan Hidup, laut batam, kepri, Penanganan Sampah Plastik
Sampah plastik kotori laut Batam
Ilustrasi Limbah botol plastik (ANTARA FOTO)
Batam (Antarasumsel.com) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, menyatakan, sampah plastik masih banyak mengotori laut di kota kepulauan itu sehingga pemerintah pusat menjadikannya sebagai daerah pelaksanaan Proyek Penanganan Sampah Plastik di Laut.

"Kondisi laut Batam masih banyak sampah, terutama pesisir yang ada permukiman seperti i Jodoh, Tanjunguma, Bengkong dan Tanjungriau," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dendi Purnomo di Batam, Kepulauan Riau, Kamis.

Kebanyakan sampah plastik yang bertebaran di perairan itu berasal dari limbah rumah tangga yang dibuang oleh warga. Sebagian lainnya berasal dari tengah laut, dari kapal, dan daerah lain yang terbawa arus  hingga ke pesisir Batam.

Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke dalam laut masih kecil.

"Buang sampah masih di laut masih menjadi budaya. Makanya kami himbau masyarakat supaya jangan buang sampah di laut," katanya.

Untuk mengurangi kebiasaan masyarakat Dinas Lingkungan Hidup akan menyiapkan sarana dan prasarana di kecamatan pengangkutan sampah di kecamatan, termasuk di bibir pantai.

Dendi menyatakan penanganan sampah plastik di laut tidak semudah membersihkan sampah plastik di darat, yang bisa dengan mudah diangkat menggunakan sapu dan perlengkapan lainnya.

"Membersihkan laut itu mahal banget," kata Dendi.

Saat ini, Kementerian Koordinator Maritim tengah menyiapkan bahan dan program dalam proyek Penanganan Sampah di Laut. Menurut Dendi, proyek itu juga terkait berbagai kampanye laut bersih dari sampah plastik.

Selain Batam, 22 daerah lainnya juga termasuk dalam pilot proyek Penanganan Sampah Plastik di Laut, di antaranya Jakarta, Bali, Manado dan Ambon.

Dendi menyatakan, Batam terpilih sebagai satu dari 23 kota pilot proyek karena lokasinya yang berada di wilayah perbatasan Indonesia, dan merupakan daerah wisata.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga