Senin, 24 April 2017

BKSDA teliti sampel burung migran mati

id bksda, burung migran, burung mati, sampel burung, penyebab burung mati, Pantai Cemara Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi
BKSDA teliti sampel burung migran mati
Ilustrasi Puluhan juta burung migran dari berbagai belahan dunia. (Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/den)
Jambi (Antarasumsel.com) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi masih meneliti sampel burung migran yang ditemukan mati secara mendadak di kawasan Pantai Cemara Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi.

Kepala BKSDA Provinsi Jambi Syahimin di Jambi, Kamis, mengatakan sampel tersebut saat ini masih diteliti oleh tim dokter hewan untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Kami belum mengetahui secara pasti apa penyebab matinya kawanan burung migran itu karena kami saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium," kata Syahimin.

Ia mengatakan Tim BKSDA Jambi dan Pemerintah Daerah telah turun langsung ke lokasi ditemukannya kawanan burung dari Semenanjung Siberia yang bermigrasi ke kawasan Pantai Cemara di Kecamatan Sadu, Tanjungjabung Timur.

"Apakah itu penyebabnya karena virus atau ada hal lain kita belum bisa pastikan, yang jelas menunggu uji laboratorium dulu," kata dia.

Berbagai jenis kawanan burung yang berasal dari Semenanjung Siberia  setiap tahun bermigrasi dan singgah di kawasan pesisir timur Jambi atau tepatnya di kawasan Pantai Cemara.

Kawanan burung migran yang mati itu pertama kali diketahui oleh nelayan yang biasa mencari ikan di kawasan pantai itu.

"Ada 75 ekor burung yang dikumpulkan dalam kondisi mati, sebagian ada yang sudah musnahkan dengan dikubur dan ada yang di bawa oleh tim ke laboratorium untuk diteliti," katanya Syahimin.

Sementara itu Kepala Seksi Wilayah III BKSDA Jambi Faried mengatakan tim di wilayah kerjanya itu telah melakukan pengecekan langsung di lapangan dan berkordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

"Sampel berupa kotoran dari burung itu sudah diambil untuk diuji di laboratorium, seandainya nanti memang penyebabnya virus kita masih akan kordinasikan lagi dengan Pemda Tanjungjabung Timur," kata Faried.

Kedatangan burung migran biasanya terjadi mulai bulan Oktober hingga Maret setiap tahunnya.

Perjalanan burung migran itu adalah dari Siberia lalu ke Selandia Baru kemudian hingga ke Pantai Cemara.

Kemudian dari Pantai Cemara itu burung akan migrasi kembali hingga ke kawasan Benua Australia.

Kawanan migrasi burung tersebut mencari makan disekitar kawasan pantai yang masih banyak terdapat jenis ikan.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga