Kamis, 23 Maret 2017

Jambi berstatus siaga III banjir

id jambi, banjir, bpbd, zumi zola, Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, terendam banjir, korban banjir, bantuan, gubernur jambi
Jambi berstatus siaga III banjir
Ilustrasi Salah satu kawasan yang tergenang air . (Antarasumsel.com/Banu. S)
Jambi (Antarasumsel.com) - Provinsi Jambi berstatus Siaga III banjir mengingat tinggi muka air (TMA) Sungai Batanghari yang tercatat dipengukur air Tanggo Rajo Kota Jambi sudah mencapai 13.90 meter atau sudah melebihi batas normal.

"Ya, saat ini sudah mencapai Siaga III," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Dalmanto di Jambi, Minggu.

Menurut dia, curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah hulu berimbas pada ketinggian air di Kota Jambi.

Ia menegaskan bahwa kiriman air dari hulu menyebabkan debit air di Sungai Batanghari, tepatnya di Tanggo Rajo terukur terus naik.

"Minggu pagi diukur pada ketinggian 13,90 meter, siang ini diukur masih di angka itu. Beberapa hari sebelumnya ketinggian air memang sudah menyentuh 13,80 meter dan itu bertahan hingga kemarin dan Minggu pagi sudah masuk Siaga III," katanya.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Jambi, pengukuran debit air sungai di Jambi dilakukan pada 12 titik, di antaranya Sungai Batang Merao di Siulak, Kerinci, dan di Pulau Rengas serta Sungai Batang Tabir dan Batang Merangin Kabupaten Merangin.

Berikutnya, di Sungai Batang Limun dan Sungai Batang Tembesi Kabupaten Sarolangun. Selanjutnya, Sungai Batang Bungo Kabupaten Bungo, Muara Kus Sungai Batanghari Kabupaten Tebo, Muara Tembesi Sungai Batanghari Kabupaten Batanghari, dan Tanggo Rajo Sungai Batanghari Kota Jambi, serta Simpang Berbak Sungai Batanghari Kabupaten Tanjungjabung Timur.

Dari data itu diketahui debit air yang sudah di atas keadaan normal, yakni terdapat Sungai Batang Tembesi Sarolangun. Debit air normal di Sungai ini berada di angka 5 s.d. 11 meter, sementara saat ini sudah mencapai 12,46 meter.

Di Pulau Baru Sungai Batang Tebo Kabupaten Bungo ketinggian air normal mencapai 1 s.d. 4 meter, sedangkan saat ini terukur sudah mencapai 7,06 meter.

Begitu pula, di Ma Kus Sungai Batanghari Kabupaten Tebo, ketinggian air normal mencapai 1 s.d. 4 meter namun saat ini terukur sudah mencapai 5,39 meter.

Ia menyebutkan di Muara Tembesi Sungai Batanghari Kabupaten Batanghari, debit air normal mencapai 3 s.d. 6 meter, saat ini terukur sudah 6,7 meter.

Selanjutnya, di Tanggo Rajo, Kota Jambi debit Sungai Batanghari normalnya 6 s.d. 12 meter, terukur saat ini sudah 13,90 meter dan di Simpang Berbak, Tanjungjabung Timur Sungai Batanghari normalnya 3,5 s.d. 4 meter. Namun, kini sudah mencapai 4,90 meter.

Upaya yang dilakukan saat ini, kata Dalmanto, adalah penempatan personel TRC gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, Tagana, Dinkes, dan Dinsos di titik banjir sekaligus membantu evakuasi korban.

Selain itu, mendirikan tenda di lokasi banjir dan menyalurkan bantuan tanggap darurat.

"Saat ini Kabupaten Sarolangun, Merangin, dan Tebo sudah ditetapkan status keadaan darurat banjir," katanya.

Ia meminta masyarakat mengantisipasi banjir berikutnya di wilayah yang potensi terjadi banjir mengingat potensi curah hujan masih relatif tinggi.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga