Selasa, 22 Agustus 2017

BKSDA Bengkulu-Lampung buka pendakian Gunung Kaba

id bukit kaba, gunung, pendakian, gunung api, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, pemulihan ekosistem, kawasan taman, wisata alam
BKSDA Bengkulu-Lampung buka pendakian Gunung Kaba
Kawah belerang di puncak Gunung Bukit Kaba. (ANTARA Bengkulu)
Bengkulu (Antarasumsel.com) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung membuka pendakian dan wisata alam ke Gunung Kaba, gunung api aktif setinggi 1.952 meter di atas permukaan laut di Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu.

"Pendakian dan wisata alam Gunung Kaba dibuka kembali untuk umum," kata Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Bengkulu-Lampung Said Jauhari di Bengkulu, Rabu.

Pendakian dan aktivitas alam bebas di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) itu sempat ditutup selama tiga bulan untuk kepentingan pemulihan ekosistem kawasan.

Selain untuk pemulihan ekosistem setelah ramai dikunjungi ribuan orang dalam setahun, penutupan kawasan itu juga dimanfaatkan untuk 'sapung gunung' atau pembersihan sampah-sampah.

"Pemulihan atau penyegaran ekosistem memang dilakukan setiap tahun karena tingkat kunjungan tinggi berpengaruh bagi kawasan," kata dia.

Said mengatakan pemulihan yang dimaksud misalnya sejumlah flora atau tumbuhan-tumbuhan yang terpijak para pendaki dapat tumbuh kembali dengan alami atau memulihkan diri.

Kawasan Gunung Kaba lebih dikenal dengan nama taman wisata alam (TWA) Bukit Kaba berada di Kabupaten Rejanglebong, sekitar 120 kilometer dari Kota Bengkulu.

Gunung Kaba merupakan gunung api aktif yang dipadati para pendaki sepanjang tahun. Puncak gunung ini dihiasi dengan dua buah kawah yang masing-masing berwarna hijau dan putih kecoklatan.

Ada dua jalur yang dapat ditempuh untuk mencapai puncak gunung tersebut yakni jalur pertama menyuguhkan pemandangan hutan lebat yang penuh semak belukar dengan jurang di kanan-kirinya.

Sedangkan jalur yang lain telah dikeraskan dengan menggunakan aspal. Waktu tempuh dari pos pendakian menuju puncak sekira dua sampai tiga jam perjalanan.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga