Emas berjangka naik karena investor sesuaikan posisi

id emas, Harga emas, berjangka, COMEX New York, Mercantile Exchange, dolar, ekuitas Amerika Serikat, per ounce, Volume perdagangan, logam mulia
Emas berjangka naik karena investor sesuaikan posisi
Koin emas. (Antarasumsel.com/Reuters)
Chicago (Antara/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para investor melakukan penyesuian posisi sebelum akhir pekan setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik 3,1 dolar AS, atau 0,25 persen, menjadi menetap di 1.230,20 dolar AS per ounce.

Investor-investor dalam proses melanjutkan reaksi terhadap sinyal Federal Reserve AS bahwa bank sentral bisa memiliki kecepatan yang lebih lambat dalam menaikkan suku bunganya. Para investor percaya The Fed akan menaikkan suku bunga dari 1,00 ke 1,25 selama pertemuan FOMC Juni.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 1,00 ke 1,25 adalah empat persen pada pertemuan Mei dan 51 persen untuk pertemuan Juni, bersama dengan peluang dua persen peningkatan ke suku bunga 1,5.

Laporan produksi industri yang dirilis pada Jumat (17/3) oleh Federal Reserve AS menunjukkan produksi tidak berubah selama  Februari, tapi manufaktur meningkat 0,5 persen, yang para analis catat berada pada ujung tertinggi dari ekspektasi. Analis lebih percaya bahwa ini merupakan kenaikan terbesar dalam volume sejak 0,5 persen, dan kemungkinan menempatkan tekanan pada logam mulia.

Emas dicegah dari kenaikan lebih lanjut karena Indeks Dolar AS  naik 0,08 persen menjadi 100,31 pada pukul 18.55 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan jatuh. karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor.

Dow Jones Industrial Average AS naik 20,23 poin atau 0,1 persen pada pukul 18.55 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Para pedagang sedang menunggu rilis beberapa laporan ekonomi. Minggu depan tidak akan melihat beberapa data ekonomi utama pada Senin (20/3) dan Selasa (21/3), laporan penjualan "existing home" pada Rabu (22/3), klaim mingguan pengangguran dan penjualan rumah baru pada Kamis (23/3), pesanan barang tahan lama dan PMI komposit pada Jumat (24/3).

Perak untuk pengiriman Mei naik 8,3 sen, atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 17,413 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 4,6 dolar AS, atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 963,00 dolar AS per ounce.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga